25
agustus. Sabtu. Malam Minggu.
Lagi-lagi
sambil nonton tv, sambil minum teh ;D
Ini hari
Sabtu, hari terakhir libur Lebaran. Hari Senin sudah bekerja kembali. Saya hari
ini seharian kembali menikmati hari ‘rumah sedunia’ saya alias di rumah
seharian, nonton tv walaupun sebenarnya lebih banyak saya yang ‘ditonton’ tv,
haha..
Di samping
saya, ada sebuah novel yang berjudul Senja Bersama Rosie, sebuah novel dari
Darwis (Tere Liye). Novel ini belum habis saya baca. Tapi walaupun begitu, saya
menemukan dua quotation yang menurut saya bagus untuk di-share disini:
"Bagiku waktu selalu pagi. Di antara seluruh potongan 24 jam, bagiku pagi adalah waktu terindah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan, ketika harapan-harapan baru merekah seiring kabut yang mengambang di pesawahan hingga pegunungan. Pagi, berarti satu hari lagi yang melelahkan telah terlampaui."
"Kalian lihat kunang-kunang itu. Terbang dengan cahaya di ekornya. Kecil tapi indah. Begitulah kehidupan. Kecil tapi indah. Seekor kunang-kunang hanya bisa menyalakan ekornya semalaman, esok pagi, saat matahari datang menerpa hutan kecil ini, lampu kunang-kunang itu akan padam selamanya. Mati. Pergi. Tapi mereka tidak pernah mengeluh atas takdir yang sesingkat itu. Mereka tidak pernah menangis atas nasib sependek itu... Malam ini, meski mereka tahu besok akan pergi, mereka tetap riang terbang menghiasi hutan. Menyalakan lampu. Memberi terang sekitarnya."
Semoga bermnafaat

Komentar
Posting Komentar