Suatu pagi, di hari Senin, saat upacara bendera…
Ketika itu saya baru saja beberapa hari masuk sekolah dasar dan pagi itu
adalah upacara bendera pertama saya. Berseragam putih merah, lengkap dengan
segala atribut-atributnya; topi, dasi, sepatu hitam, kaus kaki putih, saya
benar-benar sudah rapi, siap berbaris untuk mengikuti upacara bendera. Saya berdiri
di barisan paling depan…
Satu per satu rangkaian upacara saya ikuti dengan baik, dan tibalah inti
acara upacara bendera Senin pagi itu, yaitu pengibaran bendera merah putih. Bendera
siap dikibarkan dan dinaikkan ke tiang bendera oleh siswa-siswa yang memang
ditugaskan hari itu untuk ditugaskan mengibarkan bendera, paduan suara siap
untuk menyanyikan lagu Indonesia raya, dan pemimpin upacara memberi aba-aba
kepada para peserta upacara berdiri
tegak, khidmad dan mengangkat tangan untuk menghormati sang merah putih. .dan
saat itulah saya mulai menyadari, ada yang ‘aneh’ pada diri saya..karena saat
itu, tiba-tiba guru kelas saya tampak memberi isyarat bahwa ada yang salah
dengan saya. Ternyata, saya salah menggunakan tangan untuk memberi hormat,
karena saya memberi hormat dengan menggunakan tangan kiri! Oh tidak..
Saya saat itu baru sadar ternyata seorang pengguna tangan kiri alis kidal alias left handed
alias lefty...hellooo..kemana aja selama ini, Tari ??
Seorang kidal, dalam melakukan berbagai aktivitas, didominasi oleh penggunaan
tangan kiri. Itulah yang terjadi saat upacara bendera Senin pagi itu. Ketika pemimpin
upacara bendera memberi aba-aba mengangkat tangan untuk memberi hormat kepada
bendera, secara refleks, tanpa memerlukan kontrol dari otak, tangan yang
bergerak secara otomatis untuk terangkat memberi hormat adalah tangan kiri. Gerak refleks itu
seolah terjadi begitu saja. Saat itu saya benar-benar bingung dan linglung, yang mana tangan
kiri saya, yang mana tangan kanan saya. #maklummasikecil#
Timbul pertanyaan, mengapa saya kidal?
Perlu diketahui, ternyata secara demografi, kira-kira 8-15 % dari penduduk
dunia adalah kidal (saya termasuk dalam bagian minoritas ini). Kidal adalah kecenderungan seseorang untuk
lebih aktif menggunakan anggota tubuh sebelah kiri daripada yang sebelah kanan.
Kidal juga bukanlah suatu kecacatan, tapi hal ini lebih dikarenakan oleh dominasi
fungsi belahan otak yang berbeda dari pada umumnya.
Mayoritas dalam perkembangan seorang manusia, perkembangan otak akan
lebih didominasi belahan otak kiri, sehingga anak akan aktif dengan anggota tubuh
(tangan) sebelah kanan, sisanya dapat menjadi kidal.
Sebagai informasi, semua gerak tubuh dikontrol oleh otak. Otak yang
mengontrol gerak tubuh kita mempunyai 2 belahan, yaitu otak kanan dan otak
kiri. Kedua belah otak kita ini mengontrol gerak tubuh kita dengan sistem
menyilang. Maksudnya adalah otak kanan mengontrol gerak tubuh sisi tubuh kiri,
dan otak kiri mengontrol gerak tubuh sisi kanan. Jadi kalau pengaruh otak kiri
lebih kuat maka sisi tubuh kanan (tangan maksudnya) lebih aktif, dan
sebaliknya, bila otak kanan lebih kuat maka sisi tubuh kiri (tangan) yang lebih
aktif alias kidal.
Menjadi kidal bukanlah suatu kesalahan. Namun memang pengguna tanngan
kiri dianggap kurang etis, kurang sopan, apalagi kita yang berada di negara dengan
budaya timur yang cukup kental. Hal ini sangat terkait dengan etiket dan agama
yang saya anut khususnya. Dianggap tidak sopan bila kita menerima sesuatu atau bahkan
ketika makan dengan menggunakan tangan kiri.
Hal ini itu yang membuat saya hingga sekarang terus belajar untuk bisa ‘mengaktifkan’
tangan kanan saya. Saya ingat sekali semenjak insiden upacara bendera itu, saya
'digembleng' secara keras oleh orang tua saya untuk belajar menggunakan tangan
kanan. Pada akhirnya, di saat usia dewasa sperti sekarang ini, saya bahkan bisa
‘menyembunyikan’ ke-kekidalan saya. Memang tidak 100 % bisa menggunakan tangan
kanan sepenuhnya. Ada kegiatan-kegiatan tertentu yang masih harus tetap menggunakan
tangan kiri, misalnya seperti kegiatan yang harus menggunakan benda-benda tajam
seperti gunting atau pisau. Mungkin di saat-saat itulah ke-kidal-an saya
terkuak, hehe..
Dengan latihan untuk mengaktifkan tangan kanan itu dapat bermanfaat
juga untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri saya.
Oya, satu lagi terkait dengan kidal, sebenanya latihan terus menerus
untuk lebih aktif dalam penggunaan tangan kanan bagi si kidal dapat
mendorongnya menjadi seorang ambidextrous…
wah..istilah apalagi itu? Ambidexterity adalah keadaan seseorang yang
mampu menggunakan kedua tangan-kiri dan kanan. Ini merupakan bakat manusia yang
bisa dan mampu melakukan perubahan dominasi pergerakan pada salah satu sisi. Orang-orang
terlahir dengan bakat langka ini disebut Penwald ambidextrous.
Nah, di zaman modern ini, lebih mudah menemukan orang yang ambidexterity
yang dulunya kidal. Maksudnya adalah, si kidal tersebut terus berlatih agar
dapat mampu menggunakan tangan kanan
hingga ia menjadi seorang yang disebut ambidextrous.
Khusus saya pribadi, saya tidak peduli, saya kidal, ambidextrous atau
apalah istilahnya itu. Karena semua itu menurut saya adalah sebuah variasi dalam beraktifitas. Kidal, atau ambidextrous hanyalah ‘label’. Semuanya dapat
dipelajari, karena intinya penggunaan tangan kanan, tangan kiri, atau keduanya
adalah suatu kebiasaan dengan campur tangan belahan otak kiri atau kanan yang
mendominasi. Bila dilatih terus menurus, seorang kidal bisa menjadi
normal..(sayangnya tidak ada isitilah khusus buat pengguna tangan kanan, kasian
yah, hehe..), seorang kidal juga bisa menjadi ambidextrous, ataupun sebaliknya.
Masalahnya adalah karena terkait etiket dan sopan santun, jarang sekali kan ada
orang yang belajar secara khusus agar bisa menggunakan tangan kiri, atau
berlatih menjadi kidal..hayoo, enggak ada
kan…
Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Janganlah
seorang dari kamu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya,
sesungguhnya syetan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Tirmidzi).
Dikisahkan
pula bahwa Rasulullah
bersabda:Hai anak, bacalah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan
makanlah seterusnya dengan tangan kananmu. (HR. Bukhori Muslim).
Baiklah..sekarang pukul 01.25, waktunya istirahat..rasanya cukup cerita
saya tentang per-kidal-an ini..kalo masih kurang, bisa dilihat di link sumber
bacaan saya untuk tulisan kali ini.
Semoga bermanfaat.
TKP
Sumber bacaan:


Komentar
Posting Komentar