24 Agustus.
Sambil nonton
tv..sambil minum teh..sambil ngemil kue
lebaran :D
Sejujurnya,
saya bingung mau nulis apa saat ini. lagi gak punya ide, lagi gak mood juga. Postingan
saya dalam 2 hari ini kebanyakan gambar,
lagu (itupun lagu sedih..). Hmmmm…sudahlah,
tidak baik berkeluh-kesah, no more sigh please…
Well, masih
dalam suasana Lebaran, dari hari ini, kemaren, dan kemaren satu lagi saya sibuk
wara-wiri kesana-kesini bersilahturahmi. Satu hari full bersama sahabat saya,
bersilahturahmi sekalian reuni kecil-kecilan dengan teman-teman kampus. Berbagi
cerita soal pekerjaan dan yang lainnya. Memang menyenangkan, apalagi sudah lama
tidak berjumpa. Bahkan ada teman yang baru bertemu kembali sejak saya diwisuda
tahun 2009 silam.
Dua hari
berikutnya berdua mama tersayang bersilahturahmi ke rumah-rumah sodara-sodara;
para sepupu, om-om-tante-tante saya. Nah, sebenarnya ini adalah kunjungan
silahturahmi ‘balasan’ karena mereka sudah bersilahturahmi berlebaran ke rumah
saya pada awal Idul Fitri kemaren..mengapa hanya berdua saja dengan mama? Yang pertama,
karena papa saya sudah punya ‘acara’ sendiri, alasan kedua, karena kakak saya
sudah harus balik ke luar kota sana, karena hari pertama bekerja di kantor-nya
sudah dimulai sejak kamis kemaren, jadi, kami harus merelakannya, T.T
Seperti hari
ini, saya menemani mama berlebaran ke rumah salah seorang tante saya yang
berada di luar kota. Yah, lumayan, refreshing, haha..dan yang paling saya suka
bila keluar kota adalah melihat pemandangan di sepanjang perjalanan. Itu adalah cara saya menikmati perjalanan yang agak panjang, Saya selalu
menikmatinya. Saya pilih duduk di bangku dekat dengan jendela. Jadi saya
leluasa melihat pemandangan sepanjang perjalanan. Sebenarnya bukan pemandang
baru atau unik luar-biasa, hanya pemandangan biasa yang biasa dilihat kok :p
Yang mengesankan
bagi saya kali ini, di tengah-tengah musim kemarau yang terik ini dan sebagian
besar rerumputan menguning, pohon-pohon meranggas kepanasan, debu-debu jalan
yang begitu tebal, saya masih bisa melihat pemandangan yang masih hijau. Deretan
pegunungan dan lembahnya yang masih tampak hijau,..amazing, membuat saya terkagum-kagum
kepada Sang Pencipta, benar-benar seperti oase di tengah padang pasir yang
kering dan tandus, tapi ada telaga yang menyejukkan. Seperti itulah yang saya
rasakan tadi. Sayangnya saya tidak membawa kamera untuk mengabadikan gambar
indah tersebut. Sayang sekali.
Satu lagi
pemandangan yang hanya bisa saya abadikan di ingatan dan hati saya, yaitu
pemandangan birunya laut. Saya kurang suka laut, tapi saya paling suka melihat
birunya laut dari kejauhan. Indah sekali. Sinar matahari yang terik membuat
birunya air laut tampak berkilau-kilau indah bak permata. Wow.
Cuaca belakangan
ini memang terik sekali. saya dulu sering mengeluh ketika musim kemarau tiba
seperti saat sekarang ini. Udara yang panas dan kering, debu beterbangan
kemana-mana dan menyesakkan. Ya, karena ini memang masanya. Musim kemarau. Nah,
yang namanya musim kan berganti. Cepat atau lambat, walaupun kata orang-orang
sekarang sudah tidak sesuai lagi dengan ‘jadwal’nya. Anomali cuaca, para ahli meteorology
klimatologi dan geofisika atau menyebutnya, tapi saya yakin, my lovely-dearest
rain akan datang kembali. Saya menunggu saja, bersabar. Itu yang membuat saya
sekarang ‘pasrah’ saja dengan cuaca saat ini. Dari sini saya ingin sekali
belajar, belajar bersabar.
* وَإِذَا
مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
"Sesungguhnya
manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa
kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat
kikir".
(QS. Al- Ma'arij: 19-21)
قُلْ
يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي
هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى
الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah: "Hai
hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang
berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka
tanpa batas.
Baiklah,
rasanya cukup sharing saya kali ini. sudah malam, bahkan lampu sudah dimatikan
(oleh mama saya). Itu artinya…yaaa, sudah malam :p
Semoga bermanfaat
TKP

Komentar
Posting Komentar