Mie instant. Yah,
bisa dipastikan semua orang kenal dengan jenis makanan instan satu ini, dari
anak-anak, orang dewasa hingga orang tua. menjadi makanan alternative paling
populer di masyarakat, menjadi makanan andalan anak-anak kos..(hehe..) karena
harganya terjangkau, rasanya enak, dan cukup mudah membuatnya..tapi, sesuai
dengan namanya: mie instan, tentunya saja mengandung bahan pengawet, MSG, yang
tidak baik bagi tubuh bila dikonsumsi secara terus menerus:
- Bumbu penyedap yang terdapat dalam kemasan mie instant banyak mengandung MSG dan bila dikonsumsi secara berlebihan dapat memberi efek buruk pada kesehatan seperti rasa mual, sakit perut, panas dalam dan sakit tenggorokan.
- Mie instant yang mengandung bahan pengawet seperti wax/lilin dan paraben mempunyai efek yang fatal bagi tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan, dan mengendap dalam perut sehingga dapat menyebabkan kanker dalam waktu jangka panjang.
Namun,
rasanya gak mungkin ya kalo sama sekali gak makan mie, godaannya ada
dimana-mana. Nah, dibawah ini ada beberapa hal yang harus dilakukan setidaknya
untuk mengurangi bahaya mie instan, yaitu:
1. Masaklah mie instant dengan air yang banyak, kemudian air rebusannya di buang agar zat pengawetnya juga terbuang. Lalu gunakan air yang baru untuk kuahnya.
2. Gunakan cukup setengah dari bumbu penyedapnya, atau
jangan digunakan sama sekali dan cukup diganti dengan sedikit garam saja untuk
mengurangi kandungan MSGnya.
3. Usahakan jangan mengkonsumsi mie instan tiap hari.
Karena tubuh kita perlu waktu untuk menguraikan zat yang berbahaya. Dan
minumlah air yang banyak.
4. Mie mempunya nilai gizi yang rendah, untuk itu
tambahkan sayuran, daging atau ikan bila memasak mie instant.
Saya pribadi
juga termasuk penggemar sampe mie instan. Tapi saya usahakan tidak mengkonsumsi
makanan ini tiap hari. Bahkan saya punya ‘jadwal’ untuk kapan saja saya bisa
makan mie instan. Agak ribet sih sebenarnya, tapi tak apa, demi kesehatan. Saya
memang membatasi diri, tapi tetap bisa menikmati lezatnya makan mie instan…dengan
porsi dan frekuensi yang wajar dan secukupnya…bahayanya memang tidak terlihat
sekarang, bisa 10 atau 15 tahun yang akan datang. Menjaga kesehatan sama dengan
invesasi bukan? investasi masa depan. Salam sehat !
TKP
Sumber:
http://www.anneahira.com


Komentar
Posting Komentar