15 September. 12.39
Di akun FB
(Facebook) saya, dibagian info yang menanyakan ketertarikan atau minat
(interest), saya mencantumkan:
1. Reading
2. Sleeping
Untuk minat
saya terhadap reading alias membaca tidak usah ditanyakan lagi. Saya sangat
suka membaca. sedangkan untuk minat yang kedua, sleeping atau tidur, itu memang
dipertanyakan…haha..
Saya memang
sengaja mencantumkan “sleeping” di bagian info minat atau interest sebenarnya
adalah sebagai satir atau sindiran buat diri sendiri. Karena saya memang “males”
banget sama tidur..padahal tidur adalah hak buat tubuh untuk beristirahat…jadi
tujuannya adalah sebagai pengingat saya, salah satunya ditempatkan di akun ini,
sebenarnya saya juga punya reminder setia yang paling yahud; mama. Bila saya
“lupa” tidur, mama will remind me automatically.
Nah,kali ini
saya mau share sedikit info tentang tidur, come on read :D
Tidur adalah
kebutuhan setiap makhluk hidup; hewan dan manusia. Tidur adalah keadaan
istirahat alami. Khusus bagi manusia, tidur merupakan kebutuhan yang sangat
vital, karena dengan tidur kita memberi waktu bagi organ-organ tubuh kita
sejenak beristirahat atau bekerja lebih santai. Tidur bagi manusia juga
merupakan pola hidup dan kebiasaan. Tidur
diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional dan kesehatan, atau
singkatnya untuk memperbaiki proses biologis tubuh secara rutin. Oleh karena
itu, tidur tidak dapat digantikan dengan yang lain.
Nah, masalah
akan datang bila gangguan tidur datang karena akan menyebabkan kurangnya jam
tidur yang seharusnya diperlukan yaitu sekitar 7-8 jam. Orang yang kurang tidur
biasanya akan cenderung mudah stress dan depresi. Gangguan tidur ada bermacam-macam,
diantaranya: insomnia, sleep walking, sleep paralysis, sleep apnea, dll (untuk
definisi tanya sama mbah Google aja…), yang
paling populer alias sering diderita orang-orang jaman sekarang adalah: Insomnia.
Dari beberapa gangguan tidur diatas, insomnia adalah yang paling banyak diderita orang. Khususnya di zaman modern seperti sekarang ini karena banyak tuntutan yang dihadapi; pekerjaan, keluarga dan yang lainnya. Tapi, bukan berarti hanya karena tidak bisa tidur nyenyak sehari atau dua hari langsung didefinisikan sebagai insomnia. Insomnia terjadi bila ketidakmampuan untuk terlelap itu berlangsung cukup sering dan bahkan terjadi beberapa malam berturut-turut dalam jangka waktu yang cukup lama. Nah itu baru disebut insomnia.
Secara
garis besar insomnia dibagi atas insomnia akut (acute insomnia) dan insomnia
kronis (chronic insomnia). Insomnia akut berlangsung dalam waktu yang singkat,
yaitu antara 1 malam sampai beberapa minggu. Insomnia yang disebut kronis yaitu
bila penderitanya mengalaminya selama sedikitnya 3 malam dalam seminggu dan
berlangsung selama 1 bulan atau lebih. Transient insomnia dan short-term insomnia
termasuk dalam kategori acute insomnia.
1. Transient Insomnia
Transient insomnia umumnya disebabkan oleh stress dan perubahan lingkungan yang mendadak dialami seseorang. Gangguan ini bisa terjadi saat seseorang baru mengalami even-even yang traumatis minor seperti melakukan perjalanan jauh atau perubahan cuaca. Pada sebagian besar kasusnya, insomnia ini tidak memerlukan perawatan khusus, karena biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah penderitanya sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
2. Short-term Insomnia
Seperti namanya, insomnia jangka pendek ini berlangsung singkat, hanya selama 3 minggu atau kurang. Pada umumnya, insomnia transient dan short-term disebabkan oleh faktor yang hampir sama. Perubahan hormon pada wanita juga dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur seseorang. Hormon progesteron pada wanita adalah hormon yang membuat seseorang dapat tidur. Pada saat menstruasi, dimana saat jumlah hormon ini menjadi berkurang, seorang wanita dapat mengalami insomnia. Demikian juga sebaliknya, pada proses ovulasi, peningkatan jumlah progesteron dapat meningkatkan rasa kantuk. Insomnia juga ada yang disebabkan oleh keadaan cahaya ruangan yang terlalu terang ataupun terlalu sedikit, serta perubahan kondisi kerja seperti perubahan jadwal atau shift kerja, juga orang-orang yang sering lembur. Insomnia sering ditemukan pada orang yang pekerjaannya banyak menggunakan komputer.
3. Chronic Insomnia
Adalah ketika seseorang tidak dapat tidur, sering terbangun waktu tidur, atau masih tetap merasa kelelahan setelah bangun tidur, dan keadaan ini berlangsung lebih dari 2 malam setiap minggunya, yang terus berlangsung selama lebih dari satu bulan. Lebih jauh lagi insomnia ini dibagi 2 jenis menurut karakteristiknya.
a. Primary Chronic Insomnia
Terjadi jika penyebabnya sama sekali bukan berasal dari masalah-masalah fisik maupun keadaan mental yang tidak seimbang. Istilah ini ditujukan bagi gangguan tidur yang muncul begitu saja tanpa ada latar belakang suatu kondisi yang spesifik, yang biasanya merupakan akibat dari ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan pola tidur yang baik dan mewakili bentuk paling umum dari kebanyakan insomnia yang terjadi. Masalah-masalah seperti stress, lingkungan yang berisik, suhu udara yang ekstrim, dan perubahan suasana lingkungan sekitar misalnya jet-lag, serta efek samping konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan primary insomnia ini. Demikian juga kebiasaan atau faktor tingkah laku tertentu seperti penggunaan obat berlebih, alkohol maupun kafein, pergantian shift kerja, stress kronis, dan kebiasaan tidur siang juga dapat berpengaruh.
b. Secondary Chronic Insomnia
Secondary insomnia adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh suatu kondisi fisik atau mental tertentu. Jenis-jenis insomnia ini termasuk juga gangguan sleep apnea, RLS (Restless Leg Syndrome), maupun gangguan pada ritme circadian seseorang. Kondisi-kondisi fisik dan mental lain yang juga menyebabkan insomnia yaitu depresi, arthritis, penyakit ginjal, gagal jantung, asma, narcolepsy, penyakit parkinson, dan sekresi berlebih hormon thyroid atau hyperthyroidism.
1. Transient Insomnia
Transient insomnia umumnya disebabkan oleh stress dan perubahan lingkungan yang mendadak dialami seseorang. Gangguan ini bisa terjadi saat seseorang baru mengalami even-even yang traumatis minor seperti melakukan perjalanan jauh atau perubahan cuaca. Pada sebagian besar kasusnya, insomnia ini tidak memerlukan perawatan khusus, karena biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah penderitanya sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
2. Short-term Insomnia
Seperti namanya, insomnia jangka pendek ini berlangsung singkat, hanya selama 3 minggu atau kurang. Pada umumnya, insomnia transient dan short-term disebabkan oleh faktor yang hampir sama. Perubahan hormon pada wanita juga dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur seseorang. Hormon progesteron pada wanita adalah hormon yang membuat seseorang dapat tidur. Pada saat menstruasi, dimana saat jumlah hormon ini menjadi berkurang, seorang wanita dapat mengalami insomnia. Demikian juga sebaliknya, pada proses ovulasi, peningkatan jumlah progesteron dapat meningkatkan rasa kantuk. Insomnia juga ada yang disebabkan oleh keadaan cahaya ruangan yang terlalu terang ataupun terlalu sedikit, serta perubahan kondisi kerja seperti perubahan jadwal atau shift kerja, juga orang-orang yang sering lembur. Insomnia sering ditemukan pada orang yang pekerjaannya banyak menggunakan komputer.
3. Chronic Insomnia
Adalah ketika seseorang tidak dapat tidur, sering terbangun waktu tidur, atau masih tetap merasa kelelahan setelah bangun tidur, dan keadaan ini berlangsung lebih dari 2 malam setiap minggunya, yang terus berlangsung selama lebih dari satu bulan. Lebih jauh lagi insomnia ini dibagi 2 jenis menurut karakteristiknya.
a. Primary Chronic Insomnia
Terjadi jika penyebabnya sama sekali bukan berasal dari masalah-masalah fisik maupun keadaan mental yang tidak seimbang. Istilah ini ditujukan bagi gangguan tidur yang muncul begitu saja tanpa ada latar belakang suatu kondisi yang spesifik, yang biasanya merupakan akibat dari ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan pola tidur yang baik dan mewakili bentuk paling umum dari kebanyakan insomnia yang terjadi. Masalah-masalah seperti stress, lingkungan yang berisik, suhu udara yang ekstrim, dan perubahan suasana lingkungan sekitar misalnya jet-lag, serta efek samping konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan primary insomnia ini. Demikian juga kebiasaan atau faktor tingkah laku tertentu seperti penggunaan obat berlebih, alkohol maupun kafein, pergantian shift kerja, stress kronis, dan kebiasaan tidur siang juga dapat berpengaruh.
b. Secondary Chronic Insomnia
Secondary insomnia adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh suatu kondisi fisik atau mental tertentu. Jenis-jenis insomnia ini termasuk juga gangguan sleep apnea, RLS (Restless Leg Syndrome), maupun gangguan pada ritme circadian seseorang. Kondisi-kondisi fisik dan mental lain yang juga menyebabkan insomnia yaitu depresi, arthritis, penyakit ginjal, gagal jantung, asma, narcolepsy, penyakit parkinson, dan sekresi berlebih hormon thyroid atau hyperthyroidism.
Insomnia bukanlah penyakit
berbahaya yang tidak bisa disembuhkan. Namun bila sudah sering terjadi sudah
pasti akan sangat menggangu kehidupan kita. mengajaukan kinerja otak, merusak
mood. Itulah mengapa penderita insomnia menjadi cenderung mudah stress dan
depresi. Oleh karena itu, bila sudah mengaganggu dan cederung kronis, itu
tandanya sudah harus ada pertolongan medis dari dokter dan bantuan obat-obatan.
Sedangkan yang hanya ‘sekedar’ semalam dan sesekali saja tidak bisa tidur, ada
baiknya kita mencegah supaya tidak mengarah menjadi insomnia kronis. Lebih baik
mencegah daripada mengobati kan ;D
Berikut ini adalah pencegahan
insomnia:
Sumber: http://id.jobsdb.com
1.Olahraga
Teratur
Memang terkadang kita terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga terlalu malas untuk melakukan olahraga. Jangan malas, kita tidak perlu setiap hari olahraga kok, asalkan teratur dan rutin. Bisa seminggu sekali, atau seminggu 2x. Dengan olahraga yang teratur, selain bisa membuat otak lebih fresh, aliran darah Anda juga menjadi lebih teratur.
2.Jangan Makan & Minum Terlalu Banyak Sebelum Tidur.
Mungkin banyak dari Anda yang melakukan rutinitas makan sebelum berangkat tidur. Jangan terlalu banyak makan sebelum tidur karena hal itu bisa membuat perut Anda menjadi tidak nyaman sehingga menggangu konsentrasi tidur Anda. Minum terlalu banyak sebelum tidur juga tidak boleh, karena hal itu dapat membuat Anda ingin buang air kecil saat tidur dan akan memperbesar resiko terjangkit radang paru-paru.
3.Konsumsi Makanan & Minuman yang Bisa Membuat Anda Tidur
Ada banyak jenis makanan dan minuman yang bisa membuat Anda lebih cepat tidur. Salah satu diantaranya adalah Madu. Cobalah Anda minum satu sedok makan madu sebelum tidur, dijamin Anda akan tidur dengan nyenyak dan bangun lebih segar. Meminum Susu hangat juga konon bisa membuat Anda lebih nyenyak saat tidur.
4.Hindari Rokok Dan Kafein Berlebih
Nikotin dan Kafein, dua zat ini berbahaya untuk tubuh. Zat nikotin yang terkandung dalam rokok bisa membuat sistem pernafasan dan kinerja otak Anda terganggu, aliran darah pun menjadi tidak lancar, hal ini berpotensi menggangu tidur Anda. Kafein juga sama, zat yang satu ini telah kita ketahui bersama efeknya. Yang pasti, jangan mengkonsumsi 2 zat ini jika ingin tidur Anda nyaman.
Itulah beberapa hal yang mungkin bisa membantu dalam mencegah insomnia dan semoga saya jadi semakin ‘sadar diri’ untuk memberikan hak bagi tubuh saya untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Sedikit cerita, Alhamdulillah belakangan ini jam tidur saya makin membaik, semoga akan begitu seterusnya. Amiin.
Memang terkadang kita terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga terlalu malas untuk melakukan olahraga. Jangan malas, kita tidak perlu setiap hari olahraga kok, asalkan teratur dan rutin. Bisa seminggu sekali, atau seminggu 2x. Dengan olahraga yang teratur, selain bisa membuat otak lebih fresh, aliran darah Anda juga menjadi lebih teratur.
2.Jangan Makan & Minum Terlalu Banyak Sebelum Tidur.
Mungkin banyak dari Anda yang melakukan rutinitas makan sebelum berangkat tidur. Jangan terlalu banyak makan sebelum tidur karena hal itu bisa membuat perut Anda menjadi tidak nyaman sehingga menggangu konsentrasi tidur Anda. Minum terlalu banyak sebelum tidur juga tidak boleh, karena hal itu dapat membuat Anda ingin buang air kecil saat tidur dan akan memperbesar resiko terjangkit radang paru-paru.
3.Konsumsi Makanan & Minuman yang Bisa Membuat Anda Tidur
Ada banyak jenis makanan dan minuman yang bisa membuat Anda lebih cepat tidur. Salah satu diantaranya adalah Madu. Cobalah Anda minum satu sedok makan madu sebelum tidur, dijamin Anda akan tidur dengan nyenyak dan bangun lebih segar. Meminum Susu hangat juga konon bisa membuat Anda lebih nyenyak saat tidur.
4.Hindari Rokok Dan Kafein Berlebih
Nikotin dan Kafein, dua zat ini berbahaya untuk tubuh. Zat nikotin yang terkandung dalam rokok bisa membuat sistem pernafasan dan kinerja otak Anda terganggu, aliran darah pun menjadi tidak lancar, hal ini berpotensi menggangu tidur Anda. Kafein juga sama, zat yang satu ini telah kita ketahui bersama efeknya. Yang pasti, jangan mengkonsumsi 2 zat ini jika ingin tidur Anda nyaman.
Itulah beberapa hal yang mungkin bisa membantu dalam mencegah insomnia dan semoga saya jadi semakin ‘sadar diri’ untuk memberikan hak bagi tubuh saya untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Sedikit cerita, Alhamdulillah belakangan ini jam tidur saya makin membaik, semoga akan begitu seterusnya. Amiin.
Semoga
bermanfaat
TKP

Komentar
Posting Komentar