| Pembangunan Mall di seberang kantor saya |
Di seberang jalan dari bangunan gedung kantor tempat
saya bekerja, sedang dibangun sebuah bangunan yang rencananya adalah sebuah
pusat perbelanjaan. Yeah, walaupun saya kurang suka berbelanja alias shopping,
saya ikut senang atas pembangunan mall baru ini di kota saya. Dengan berbagai
dampak yang akan hadir seiring mulai beroperasinya mall baru ini. Kita lihat
saja nanti, karena segala kemungkinan pasti sudah dipikirkan matang-matang dan
dengan terus berlanjutnya pembangunan mall ini artinya sudah mendapat ijin dari
dinas-dinas terkait.
Pembangunan pusat-pusat perbelanjaan modern sejenis
mall dan kawan-kawan, tahun-tahun belakangan ini memang meningkat, tidak hanya di
kota tempat saya tinggal. Membuat pasar-pasar traadisional kiat terjepit oleh
ekspansi dari perkembangan pusat-pusat perbelanjaan modern. Tidak bisa
dipungkiri, orang-orang tentu lebih suka berbelanja di tempat yang nyaman,
tidak panas, dan menawarkan banyak pilihan produk berkualitas dari dalam dan
luar negeri.
1. Harga barang
Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya.
2. Tawar menawar
Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas.
3. Diskon
Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan.
4. Kenyamanan berbelanja
Untuk urusan kenyamanan, berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Berbagai supermarket memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sumpek, sesak, dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap.
5. Kesegaran produk
Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya.
Referensi:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/15/03185351/pasar.tradisional.terjepit
http://www.jakarta.go.id/en/pemerintahan/perusahaan_pemda/pasar_jaya/pasar3a.htm
http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/
![]() |
| Pasar tradisional |
![]() |
| Pasar Modern |


Komentar
Posting Komentar