Langsung ke konten utama

Manggaleh (?)



16 September

Di kantor baru saya, (Baca: http://halleyborn.blogspot.com/2012/09/brand-new-me.html) saya mendapat pekerjaan baru.  Apakah itu?...jadi ibu kantin..haha... Sebenernya ini adalah mini kantin. Super mini malah. Cuma sebuah lemari etalase kaca kecil  yang hanya diisi makanan ringan khas anak-anak, sejenis snack, coklat, keripik, air mineral, minuman kemasan dan kawan-kawannya..jadi sekarang selain mengurus dunia per-shedule-an yang menjadi tugas utama, saya juga mengurus dagangan ini. Setiap pagi menghitung laba-rugi, PPH, dan kemudian membuat list apa saja yang akan dibeli bila persediaan barang-barang dagangan tersebut mulai menipis… wah, sesuatu banget yah.

The super mini canteen..

ada minuman kemasan (teh)..hihi..saya ambil terus, mana untungnya...


It's time for counting the income....haha; untung/rugi hari ini?


ssstt..tetep aja, walaupun cuma "kecil-kecilan", dikelola secara terperinci...

Tidak menjadi masalah bagi saya mengenai additional job ini. Walaupun saya belum pernah berjualan sebelumnya. Kebetulan saya berdarah Minang atau Padang , salah satu suku di Indonesia yang dikenal hobi berdagang. Jadi, disini anggap saja saya membangunkan “macan tidur” saya, yaitu berdagang. 

(Just info: orang-orang pada umumnya memang menyebut orang Minang dengan sebutan orang Padang. Padahal sebenarnya orang berdarah suku ini pada umumnya lebih suka disebut sebagai “urang Minang” atau orang Minang dari pada orang Padang, karena Padang itu hanya nama sebuah kota di Sumatera Barat, jadi bila disebut orang Padang, tidak akan mewakili seluruh masyarakat di Sumbar. Jadi, bila disebut orang Minang, sudah pasti mencakup seluruh masyarakat diwilayah Sumater Barat). 

Speaking about my hometown ini, saya jadi bertanya-tanya, apakah makna filosofi yang membuat urang minang suka berdagang? Nah, berikut ini, sedikit share yang sumber info saya cari-cari sendiri di internet:

Dalam bahasa Minang, berdagang disebut manggaleh. Manggaleh ini mempunyai kata dasar galeh (gelas). Terus memang apa hubungan antara gelas dan berdagang? Ternyata, kata manggaleh bagi orang Minang ini mempunyai makna yang dalam dan nilai filosofi yang tinggi. 

Berikut ini saya kutipkan dari tulisan dari Buya H. Mas’oed Abidin, sebuah sumber di blog yang saya dapatkan dari searching di internet:
Manggaleh didalam paham orang Minang, adalah memeli­hara sebuah amanah. Mungkin, asal katanya dari “galeh” atau gelas”, yang diyakini sebagai satu produk “pecah-belah”. Sebagai mana lazimnya, sebuah produk pecah-belah, sudah pasti “mau pecah” dan “bisa belah”.
Lebih jauh bisa berserakan, sudah hancur berantakan, maka tidak mungkin dipertautkan lagi. Karena itu, memegang gelas (manggaleh) perlu ada kiat, yakni “hati-hati” dan “selalu pandai memelihara”. Maklumlah yang dibawa adalah “barang yang mudah pecah, mudah pula hancur”, perlu sekali “ketelitian”.

Dari kutipan ini, menjelaskan bahwa manggaleh ini bermakna bahwa bisnis/dagang itu harus berhati-hati dan teliti karena berbisnis berarti memelihara kepercayaan.  Kepercayaan itu didapat dari reputasi dan nama baik serta kredibilitasi yang terjaga.

Kutipan dari site http://www.cimbuak.net yang menjelaskan mengenai mengapa orang Minang suka berdagang:

Pada orang Minang atau  “urang minang” - profesi sebagai pedagang, merupakan salah satu diantara aktualisasi peran fungsional dalam mencari nafkah hidup. Menjadi Saudagar, adalah suatu cita-cita.  Fungsi ini akan berbeda diantara profesi yang lain, karena ada yang menjadi ; petani, tukang, penghulu, ulama, dll.

Kita ingat akan falsafah alam yang menjadi pedoman hidup “urang minang”, yaitu ;
Nak mulia batabua urai,
Nak tuah tagak di  nan manang,
Nak cadiek sungguah baguru,
Nak kayo kuaik mancari.

Maksudnya, agar setiap orang berusaha sekuat tenaga agar memperoleh kemuliaan dan kedudukan yang berarti dan penting.

Yahh, begitulah sedikit info yang saya dapatkan tentang manggaleh ini..masih kurang sih, saya berharap akan mendapat tambahan info lagi mengenai hal ini...


TKP



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...