12 September. Rabu.
Hari Rabu bagi saya merupakan gerbang. Gerbang menuju weekend..horeee. Rasanya semua menumpuk di hari Rabu, tapi setelah hari Rabu berakhir, hari-hari berikutnya bagi saya terasa ringan..Kamis, Jumat, dan Sabtu. Jadi saya tidak sabar hari ini segera berlalu..haha.
Seperti pagi ini, dimulai dengan setumpuk pekerjaan. Tapi seperti biasa, saya menyempatkan unntuk visit this blog for a moment..to share anything, seperti kali ini...
Meja kerja saya dengan setumpuk yang harus dikerjakan hari ini...
Oya, ngomongin tentang hari Rabu, saya jadi iseng mencari sejarah pemberian nama-nama hari; Senin, Selasa, dan kawan-kawan,.dalam versi bahasa Inggris. Nah, ini sedikit info yang saya dapatkan:
Kita memperoleh nama-nama hari bukan dari Bangsa Romawi tetapi dari
Bangasa Anglo-Saxon, yang menamai sebagian besar dari hari-hari menurut
nama dewa-dewa mereka, yang kurang lebih sama dengan dewa-dewa Bangsa
Romawi:
Hari Matahari menjadi 'Sunnandaeg', atau Sunday (Minggu).
Hari Bulan dinamakan 'Monandaeg', atau Monday (Senin).
Hari Mars menjadi hari Tiw,yaitu dewa perang mereka. Ini menjadi 'Tiwesdaeg', atau Tuesday (Selasa).
Bukannya nama Merkurius, nama Dewa Woden diberikan menjadi Wednesday (Rabu).
Hari Romawi Yupiter, dewa guntur, menjadi hari guntur Dewa Thor, dan ini menjadi Thursday (Kamis).
Hari berikutnya dinamakan Frigg, istri Dewa Odin, dan oleh karena itu kita mempunyai Friday (Jumat).
Hari Saturnus menjadi 'Saeterbsdaeg', terjemahan dari bahasa Romawi, dan kemudian menjadi Saturday (Sabtu).
Satu hari, biasanya dihitung sebagai jarak antara terbitnya matahari dan terbenamnya matahari. Bangasa Romawi menghitungnya dari tengah malam sampai tengah malam, dan kebanyakan bangsa-bangsa modern menggunakan metode ini.
Sumber: http://forum.viva.co.id/sejarah/342512-sejarah-nama-nama-hari.html
Memang penggunaan nama-nama hari secara internatioanl ini menggunakan nama-nama dewa bangsa Anglo-Saxon. Tapi, kita di Indonesia sebenarnya memakai serapan atau saduran dari Bahasa Arab yang menamai hari berdasarkan urutan dari hari pertama:
Ahad = Wahid = Satu). Lalu
Isnin = Senin = 2, Salasa = Selasa = 3, Arba'a = Rabu = Empat dst ...
Yah, begitulah nama-nama hari. Just a name. What's in a name? Semoga hari-hari yang dilalui senantiasa bermanfaat dan tidak tersiak-siakan. Mari manfaatkan waktu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Barzah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak
akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya
tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya
untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana
dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (HR. Tirmidzi)
Komentar
Posting Komentar