Tempat tidur saya persis terletak di bawah jendela kamar.
Jadi, dari tempat tidur saya bisa melihat pemandangan di luar sana. Selain itu,
posisi ruang tidur saya berada di ruang paling depan rumah. Jadi, saya bisa
melihat melihat orang-orang berlalu-lalang, mobil atau sepeda motor yang
kebetulan sedang melewati jalan di depan rumah, dari balik jendela kamar saya. Tapi pemandangan yang paling menarik bagi saya
adalah melihat ke atas, memandang langit.
Ketika siang hari, dari tempat tidur
saya bisa berlama-lama memandang langit biru. Melihat awan-awan putih bergerak
perlahan menggantung di langit biru yang indah. Malamnya, saya bisa memandang
langit malam yang gelap dihias penghias abadinya yang paling setia; bintang-bintang dan bulan. Kerlap-kerlip
dan cahaya terangnya sungguh mempesona. Aktivitas ini sudah seperti menjadi
rutinitas saya sebelum tidur (Tapi berdoa sebelum tidur adalah aktivitas paling
utama saya sebelum tidur..).
Saya memang selalu terpesona oleh pemandangan diatas
sana. Langit yang luas; langit malam yang gelap, langit biru yang terang di
siang harinya, langit yang memerah jika senja, beserta ‘ornamen-ornamen’ penghiasnya. Awan-awan
putih, matahari, pelangi, bintang, bulan, atau pun hujan. Semua ada dilangit,
turun dari langit, oleh Yang Kuasa. Dia yang bertahta di langit yang paling
atas.
Warna-warni langit memang sungguh ajaib. Bahkan bisa
dikatakan sebagai petunjuk waktu. Biru pada siang hari, merah-kuning pada sore
hari, dan gelap ketika malamnya. Nah, yang menjadi pertanyaan, mengapa langit
berwarna? Padahal sesungguhnya tampilan warna langit yang sebenarnya adalah
gelap gulita. Hal ini karena ruang angkasa yang gelap dan dan tidak berwarna. Ingat,
planet bumi tercinta kita ini menggantung di angkasa raya semesta yang gelap. Namun ajaibnya, langitnya berwarna.
Dibawah ini adalah sedikit penjelasan secara sains mengapa
langit berwarna indah, sumber bacaan dari:
1. Matahari memancarkan gelombang elektromagnetik
dalam semua spektrum cahaya tampak, mulai dari mejikuhibiniu yakni merah hingga
ungu (dan non visibel semacam UV dan IR dll.) dengan spektum maksimal di ranah
panjang gelombang biru.
2. Karena matahari memancarkan semua spektrum cahaya
tampak jika tidak ada partikel penghambur, warna matahari akan tampak putih
(gabungan semua warna). Ini sebabnya astronot di luar angkasa melihat matahari
berwarna putih (Tidak semua bintang berwarna putih, tergantung temperaturnya)
dan ruang angkasa didominasi warna hitam.
3. Saat cahaya putih ini memasuki atmosfer bumi ia
akan dihamburkan secara elastis oleh partikel nitrogen dan oksigen di atmosfer.
Elastis artinya tidak ada perubahan penjang gelombang yang datang dengan yang
dihamburkan (energi tetap). Karena diameter partikel penghambur ini lebih kecil
dari sepersepuluh panjang gelombang matahari, proses fisika yang terjadi adalah
hamburan Rayleigh.
4. Menurut teori hamburan Rayleigh, intensitas
hamburan berbanding terbalik dengan panjang gelombang pangkat empat
penghamburnya (matahari), artinya semakin kecil panjang gelombang semakin besar
intensitas hamburannya. Karena panjang gelombang biru dan violet lebih kecil
dari warna lainnya dan karena spektrum matahari maksimal di panjang gelombang
biru maka dari semua rentang visibel yang dihamburkan oleh atmosfer kita akan
melihat campuran yang paling dominan yakni banyak sekali biru plus violet plus
sedikit warna warna lainnya yang kemudian tampak sebagai biru cerah.
5. Warna matahari di siang hari sering terlihat
kuning, ini disebabkan kita melihat spektrum putih matahari yang sudah melewati
partikel penghambur dengan banyak hamburan di warna biru dan violet sehingga
warna matahari yang terlihat bukan putih tetapi kekuningan (putih minus
biru-violet).
6. Pada jarak dekat (misalnya vertikal dengan
matahari) warna matahari akan tampak lebih putih, ini disebabkan cahaya
matahari yang mengenai mata kita tidak banyak melewati partikel penghambur
sehingga masih mengandung campuran semua warna (putih).
7. Pada saat kabut partikel gas atau debu di udara
(diameter lebih dari sepersepuluh panjang gelombang sehingga bukan hamburan
elastis) menyerap dan memblokir warna dominan biru yang dihamburkan oleh
nitrogen dan oksigen sehingga di beberapa tempat hamburan biru tidak sampai ke
mata kita.
8. Awan terlihat putih karena partikel uap air
memiliki diameter diatas sepersepuluh panjang gelombang matahari sehingga yang
terjadi adalah hamburan yang tidak bergantung secara dominan pada panjang
gelombang. Dalam fisika ini dikenal sebagai teori hamburan Mie,
sehingga ketika partikel awan terkena sinar putih matahari ia akan
menghamburkannya dalam warna putih sehingga tampak putih oleh pengamat.
9. Pada sore hari matahari berada didekat horizon
sehingga jarak tempuh ke pengamat lebih jauh. Semakin jauh jarak tempuh maka
semakin banyak panjang gelombang biru, violet yang dihamburkan (seperti ketimun
yang dipotong miring), dan warna hijau dan merah yang sebelumnya sedikit
dihamburkan kini mulai signifikan.
10. Pada sore hari warna matahari akan terlihat merah
atau oranye karena cahaya matahari yang sampai ke mata kita kini sudah
dikurangi panjag gelombang biru, violet, dan hijau, plus bisa juga sedikit
oranye sehingga awalnya tampak oranye, dan kemudian merah di mata pengamat.
11. Warna langit kuning kemerahan di sore hari karena
keberadaan molekul debu dan partikel kecil disekitar matahari yang memantulkan
cahaya matahari. Saat cahaya ini menempuh jalan menuju mata kita, panjang
gelombang pendek (biru dan violet) dihamburkan keluar sehingga yang sampai
adalah panjang gelombang yang lebih panjang yakni ada yang merah, oranye, dan
kuning bercampur baur membentuk sunset beauty.
(Menurut Karl Popper kita tidak boleh
percaya 100% karena semua teori sains yang valid adalah yang bisa dipersalahkan)
Begitulah sedikit penjelasan
dari artikel yang saya dapat dari internet, mengapa langit memiliki warna yang
indah. Yah, mungkin hanya sekilas saja, tapi setidaknya ada sedikit gambaran
dan penjelasan.
Betapa indahnya Tuhan Yang
Maha Kuasa menciptakan langit, dan keindahan itu akan terasa lengkap bila kita
mampu memahami bagaimana kesempurnaan itu bekerja…
Hal inilah yang membuat saya
malas menutup jendela kamar tidur. Saya bisa memandang dan mengagumi keindahan
langit hingga jatuh tertidur. Biasanya terbangun kembali karena merasa
kedinginan oleh hembusan angin malam yang masuk lewat jendela yang tidak
tertutup. Bila angin tidak terlalu kencang, saya tetap tidak menutup jendela
kamar. Namun, bila angin terasa cukup kencang, barulah saya akan menutup
jendela kamar tidur, bila saya terus membuka jendela, saya pasti akan terserang
masuk angin setiap hari…hahaha..hatchiiiyy…
Semoga bermanfaat.
TKP




overall tulisan ini bagus, walaupun masih ada beberapa kesalahan kata di beberapa tempat, seperti kata hatchiiiyy dibagian akhir, saya pikir itu tidak ada di dalam kamus bahasa indonesia.. #gaya sok penulis, hihihi..
BalasHapusdisini, di kotaku yang baru, ditempat aku menumpang di kamar salah seorang teman, view yang nampak dari jendela adalah langit luas dan bagian atas pohon mangga dengan buahnya yang lebat.. kami berada di lt.2 sehingga tak perlu terganggu dengan hilir mudik kendaraan maupun orang-orang yang melintas di sekitar kamar.. hanya langit dan dedaunan serta buah dari pohon mangga.. sungguh Allah tak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia.. :)