Dari
balik jendela kamar, saya tidak melihat bintang ataupun bulan. Tampaknya cuaca
agak mendung malam ini, hingga 2 penghias langit itu tak tampak. Padahal siang
harinya terasa cukup panas. Berdasarkan prakiraan
cuaca, bulan Juli ini, Indonesia, wilayah Sumatera khususnya sudah memasuki
musim kemarau (saya berharap musim hujan segera datang...). sebenarnya sih,
saya bukan anti terhadap cuaca panas di musim kemarau, walaupun saya seorang
pencinta hujan. Hanya saja saya sedikit bermasalah dengan udara kering pada
musim kemarau, karena hal itu membuat saya sering terserang panas dalam bila
musim kemarau datang.
Penasaran
dengan panas dalam, saya mencari-cari info terkait tentang apa itu panas dalam.
Berdasarkan beberapa artikel yang saya baca, panas dalam bukanlah penyakit,
melainkan gejala penyakit. Kondisi
kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, hingga ketidakseimbangan
hormon, bisa ditandai oleh rasa panas di dalam tubuh. Panas dalam dapat disebabkan karena kekurangan vitamin C,
kekurangan serat, kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), memakan makanan yang
bersifat panas dan berlemak seperti gorengan, atau bahkan karena cuaca panas.
Nah,
berarti, cuaca panas memang salah satu penyebab gangguan panas dalam yang saya sering
derita bila musim kemarau tiba. Gejala-gejala panas dalam setiap orang
berbeda-beda. Tenggorokan panas, sakit bila menelan, tubuh tidak fit, badan
terasa mengeluarkan panas (memang naga?? Hehe..), hingga mimisan..itulah
gejala-gejala yang sering diderita bila panas dalam menyerang.
Ada beberapa kiat mencegah panas dalam. Namun kiat ini tidak berlaku mutlak berlaku bagi semua orang karena tiap individu memiliki situasi dan kondisi tubuh yang berbeda.
☢ Perhatikan
jam makan.
Hal ini
berlaku terutama bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung. Telat makan
bisa menimbulkan gangguan pada lambung atau naiknya asam lambung hingga ke
daerah dada. Ini yang menyebabkan banyak orang merasa terkena panas dalam.
☢ Perhatikan
makanan terlalu panas atau dingin.
Makanan yang
terlalu panas atau dingin bisa mengganggu sistem pencernaan. Sistem pencernaan
manusia bekerja pada batas suhu tertentu. Panas makanan yang berlebih dapat
mengganggu lapisan lendir yang melapisi saluran pencernaan. Makanan yang
terlalu dingin juga akan membuat sistem pencernaan mengerut, sehingga
mempersulit proses pencernaan.
☢ Perhatikan
menu makanan.
Makanan yang
panas dan digoreng seringkali menyebabkan luka atau iritasi pada tenggorokan.
Peradangan tersebut akan menyebabkan munculnya gejala panas dalam.
Terlalu banyak minyak dalam makanan juga tidak baik untuk pencernaan dan
tenggorokan.
☢ Olahraga
secara rutin.
Gejala panas
dalam bisa muncul karena kelelahan. Dengan berolahraga, kondisi tubuh bisa
dilatih dan terjaga lebih baik. Daya tahan atau stamina pun akan meningkat,
sehingga tidak mudah terkena panas dalam ketika kondisi tubuh terlalu lelah.
☢ Kelola
stres.
Saat ini
banyak orang yang mengeluh terkena panas dalam akibat stres. Stres dapat
menurunkan daya tahan tubuh, juga mengacaukan jam makan dan hormon tubuh.
✔ Obat Alami panas dalam.
Pengobatan
bisa dilakukan dengan mengkonsumsi cincau. Gel cincau biasa dikonsumsi
dalam bentuk minuman segar. Konsumsi cincau dapat digunakan sebagai obat
penurun panas dalam, serta obat untuk gangguan pencernaan agar
pencernaan kita senantiasa sehat. Komponen kimia gel cincau sebagian
besar berupa air dan serat sehingga cincau merupakan makanan rendah
kalori yang dapat digunakan sebagai makanan diet.
Gel cincau
memang lembek (lunak). Gel cincau dapat dibuat lebih keras dengan
menggunakan tambahan mineral misalnya kalsium dan bahan pembentuk gel yang
lainnya miusalnya pati, agar-agar, keragenan atau alginat. Bahan-bahan ini aman
bagi tubuh.


Komentar
Posting Komentar