Minggu, 22 Juli 2012

Kutipan Novel: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye



 Biarlah..Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun..daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggut dari tangkai pohonnya.

Ya tuhan, semua takdir-Mu baik…Semua kehendak-Mu adalah yang terbaik

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin…dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.

Kehidupan ini seperti daun yang jatuh…biarkanlah angin yang menerbangkannya

Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitar untuk membenarkan hatinya yang berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.

Kebaikan itu seperti pesawat terbang, Tania. Jendela-jendelabergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mngenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

Bahwa hidup harus menerima..penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus memahami...pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan meyakitkan.

Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah kemana.

…diamnya jauh lebih menyakitkan dibandingkan marahnya. Aku lebih baik dimarahi karena bertanya banyak hal kepadanya, dibandingkan tatapan teduh itu, tatapan polos, tatapan kosong.



0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design