Langsung ke konten utama

Cerita Campur-Campur (Libur awal puasa dan penentuan awal Ramadhan)

Tahun ini saya dan teman-teman kantor mendapat libur 3 hari awal Ramadhan. Disesuaikan dengan kalender Diknas, karena kebetulan juga lembaga tempat saya bekerja bergerak dibidang jasa, khususnya pendidikan, jadi sebagian besar kalender kerja kami di kantor juga mengikuti kalender pendidikan yang dikeluarkan Diknas untuk sekolah-sekolah pada umumnya. Libur terhitung dimulai dari hari Kamis (tanggal 19 Juli), Jumat (tanggal 20 Juli), sampai Sabtu (tanggal 21 Juli). Untuk ukuran libur awal Ramadhan libur kali ini termasuk lama. Tiga hari. Bagi yang sebagian besar waktunya dihabiskan diluar  rumah (Sepertinya itu saya..), libur kali ini benar-benar dimanfaatkan untuk berkumpul dirumah, khususnya dalam menyambut Ramadhan.

Untuk menyambut Ramadhan, saya ingin benar-benar mempersiapkan diri secara lahir dan bathin. Sayangnya, menjelang Ramadhan kali ini, saya terserang radang tenggorokan yang disertai demam. Membuat saya sedikit khawatir, apakah saya bisa berpuasa di hari pertama puasa nanti. Oleh karena itulah saya benar-benar bersyukur mendapat libur awal Ramadhan yang cukup lama kali ini. Rencana saya awalnya,  bisa beristirahat yang cukup di rumah hingga kondisi tubuh fit kembali pas di hari pertama puasa.

Namun yang terjadi sedikit diluar rencana saya, karena pada hari pertama libur awal puasa (Kamis tanggal 19 Juli), saya malah bepergian ke luar rumah juga, padahal kondisi tubuh saat itu sedang tidak fit dikarenakan radang tenggorokan yang menyerang. Sahabat saya mengajak saya keluar untuk mengurus segala keperluan berkas administrasi keperluan CPNS, seperti SKCK, Kartu Kuning, atau Surat Keterangan Sehat.  Sayangnya saya tidak bisa menolak ajakan sahabat saya tersebut (kapan saya bisa menolak Nopek..haha..). Yaa,..berakhirnya morotarium atau penghentian sementara perekrutan PNS membuat pemerintah membuka lowongan besar-besaran di jajaran pemerintahan. Untuk kali ini saya sebenarnya sudah tidak terlalu mengebu-gebu lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Melihat sahabat saya bersemangat, membuat saya tetap mengurus segala persyaratan-persyaratan admistrasi tersebut, hasilnya, karena saya setengah hati dalam persiapan administrasi kali ini, akhirnya saya hanya bisa mendapatkan kartu kuning saja.  Walaupun saya tidak yakin pada diri sendiri, ikut atau tidak. Jadilah saya lebih banyak menemani sahabat saya tersebut.

Mungkin melihat wajah saya yang lesu dan tidak bersemangat (sebenarnya lebih banyak dikarenakan tenggorokan saya sakit+pusing-pusing), ketika sahabat saya sudah menyelesaikan segala keperluan admistrasi tersebut, ia meng-iya-kan saja ketika saya memintanya untuk menemani saya ke salah satu pusat perbelanjaan yang baru saja diresmikan dua atau tiga bulan yang lalu di kota tempat tinggal kami, Bandar Lampung. Tujuan saya kesana sebenarnya adalah membeli obat pereda radang tenggorokan yang saya derita. Saya tidak ke apotik atau sejenisnya karena saya juga ingin mengunjungi pusat perbelanjaan baru tersebut karena kebetulan saya belum pernah kesana sama sekali sebelumnya dan saya yakin  bisa mendapat pereda radang tengorokan dibagian obat-obatan disana.
 
Akhirnya ketika sampai disana, bukannya mencari yang saya cari, kami berdua malah keliling-keliling saja. Dilantai atas, kami menemukan arena permainan anak-anak. Sahabat saya membeli koin-koin untuk mencoba arena permainan anak-anak tersebut. Kami berdua pun mencoba-coba permainan disana. Walaupun sebagian besar tidak menarik buat kami berdua, hanya 1 arena permainan disana yang membuat kami mencobanya berkali-kali, yaitu melempar bola basket. Kelelahan setelah bermain, merasakan kembali menjadi anak-anak (haha..), kami turun kelantai bawah untuk beristirahat sejenak, mencari minuman dan makanan ringan. Hari makin sore, berhubung rumah saya lumayan jauh dari lokasi pusat perbelanjaan ini, kami memutuskan segera pulang untuk Ashar dirumah saya saja.
 
Hingga sore itu, Kamis tanggal 19 Juli, penentuan awal Ramadhan masih simpang siur. Beberapa Ormas Islam diberbagai daerah sudah menentukan awal Ramadhan yaitu jatuh pada hari Jumat, sedangkan versi pemerintah belum memutuskan apapun, menunggu hasil sidang Isbat yang akan diumumkan pada malam harinya.

Malamnya, akhirnya keputusan dari pemerintah, awal Ramadhan tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dan keluarga, memutuskan untuk mengikuti versi pemerintah untuk awal Ramadhan. Namun, ditengah-tengah perbedaan mengenai penentuan awal Ramadhan, memulai puasa hari ini atau besok, atau sudah memulai dari kemarin, saya pribadi menghargai perbedaan-perbedaan tersebut. Semoga tidak ada perpecahan diantara sesama umat Islam dan menyikapinya dengan dewasa, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa ikhtilaf ummati rahmah yang artinya perbedaan umatku adalah rahmat..(hehe..saya dapat kata-kata ini darimana yaaa?? )


Marhaban ya Ramadhan.
Salam Ramadhan.
Selamat berpuasa.

(Jaga Kesehatan buat diri sendiri, besok puasa…hatchiii...)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...