Langsung ke konten utama

Cerita Minggu Pagi....

Hari Minggu, 08.59. Tanggal 29 Juli..
Bentar lagi gajian euyy..hehehe..
Hari Minggu ini, saya sudah meng-agenda banyak kegiatan..salah satunya adalah mencuci baju di pagi ini,..
berhubung saya belum menikah, jadi saya ini perempuan rumah tangga banget ya,,hoho..
jadi sambil menunggu cucian yang lagi diputer-puter di mesin cuci, saya buka laptop, koneksi ke internet, baca-baca artikel yang menurut saya menarik dan at least add my knowledge lah..karena jujur aja, saya jarang bgt nonton tv...jadi biar g terlalu kurin-kurang informasi-kata mama saya kalo saya ditanya-tanya tapi g tau apa-apa...
Ada satu website islami yang saya suka baca, nah disana saya menemukan bacaan bagus, jadi saya mau share disini aja, biar kalo saya pengen baca, tinggal liat blog ini aja, tapi bukan bermaksud sekedar co-pas, saya pasti mencantumkan siapa penulisnya atau link-nya:
baiklah, inilah artikel itu;


Cita-Cita Surgawi

28/7/2012 | 10 Ramadhan 1433 H | Hits: 373
Oleh: Herdiansyah



Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - Bismillahirrahmaanirrahiim…

Sahabat-sahabatku para pengejar mimpi. Kalian para kesatria yang dalam proses menggapai cita-cita surgawi. Sebagai seorang insan yang terlahir sesuai fitrahnya; sebagai penyandang gelar pemuda-pemudi yang telah dewasa secara Biologis dan Fisikologis. Tak bisa dipungkiri, bahwa terkadang rasa sepi dalam kesendirian itu menyakitkan; sendiri dalam keramaian “trend masa kini” itu menggalaukan. Seakan hidup gersang, tak seindah yang dirasakan oleh mereka yang telah mendahului kita dalam menggapai sunnah Rasul-Nya itu. Dalam ikrar suci yang diridhai.

Tatkala semua kawan telah berlayar dengan bahtera indah itu, ketika mereka telah mereguk manisnya secangkir madu itu, kita semakin iri saja dibuatnya. Ya. Semakin iri, pasti kalian merasakannya.

Syair berirama dengan syahdunya: “hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”, “Hidup tanpa cinta bagai jiwa tanpa raga” pasti selalu menemani hari-hari kita, jika cinta itu diartikan hanya kasih sayang sesama lawan jenis saja. mungkinkah sang taman terlihat indah jika tak ada setangkai bunga pun bersamanya; bagaimana kondisi jiwa tanpa raga. Mungkinkah telaga itu indah jika tak ada setetes air pun di dalamnya. Entahlah…!

Namun saat ini, banyak di antara kita yang terjebak dalam rasa itu. Ingin merasakan indahnya bunga-bunga cinta yang tersemat layaknya mereka yang telah halal dalam ikatan suci. Serta terbuai dalam sensasi yang sebenarnya bumbu-bumbu maksiat made in iblis yang terlaknat. Padahal mereka belum siap lahir batin melaju dalam ikrar suci yang diridhai. Yang akhirnya menjadikan mereka  Bermesra dalam label “cinta ilahi” dan “ta’aruf” ala remaja Islam masa kini. Yang tentunya hanya label belaka, karena prakteknya sangat jauh dari tuntunan yang ada (bahkan tidak ada). Bahkan terkadang yang mereka lakukan (maaf) sama sekali tak mencerminkan akhlak individu yang  beragama. Karena “cinta ilahi” (cinta karena Allah) tentu adanya setelah terucapnya ikrar suci bersama (nikah), dan “ta’aruf” dengan perantara orang lain yang dipercaya.

Berat pasti terasa untuk menghindar dari sebuah rasa itu. Rasa yang tak sekadar rasa, karena rasa itu fitrah dari Yang Kuasa, yang merupakan anugerah terindah dari-Nya. Namun tentu Dia punya aturan terindah atas anugerah terindah-Nya itu. Iya. Dia punya instruksi atas rasa itu.
Karana kasih sayang-Nya, Dia instruksikan aturan itu. Jagalah pandangan, peliharalah kemaluan, agar kita tak salah jalan. Sungguh indah aturan itu kala kita mampu merealisasikan. Tak ada “hubungan cinta” tanpa akad suci itu. Jangankan berpegangan tangan atau duduk berduaan. Memandang saja ada aturan. Bahkan terlarang.

Jika kita memang sedang dihadapkan oleh asa untuk mengejar cita-cita surgawi, atau waktu belum tiba menentukan saatnya. Di sinilah kita menguji kesabaran kita dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Yang untuk ukuran masa kini tentu sangat sulit sekali bagi kita untuk bertahan agar tetap istiqamah. Karena dari depan-belakang; kiri-kanan serangan trend masa kini, selalui membidik kita.

Tapi apalah mau dikata, demi cita-cita surgawi mari kita berusaha menepis bayangannya untuk sementara saja, karena takdir sudah tertulis rapi di lauh mahfudz, jika memang takdir itu tertulis untuk kamu dan dia, maka hati itu nantinya akan menemui tempat berlabuhnya yang terindah. Biarkan angin itu berhembus, biarkan air itu terus mengalir, biarkan proses itu berjalan berotasi.

Wahai para pengejar cita-cita surgawi, ketepikan cintamu untuk sementara terhadap  lawan jenis yang belum halal secara syariat kau berdua dengannya. Jangan biarkan cita-citamu hanya menjadi sebuah angan-angan belaka hanya karena seorang gadis atau jejaka yang belum halal oleh ikatan suci itu. Ingat, takdirmu sudah tertulis, jodohmu sudah ditentukan, bidadari atau kesatriamu akan setia menunggu. Tugasmu sekarang adalah membekali diri agar layak bersanding dengannya. Jika shalihah yang kau pinta maka keshalihanmu perlu ditempa; bila shalih yang kau nanti, maka keshalihanmu harus dipupuk dan dijaga, biar tak seperti punguk yang merindukan sang rembulan.

Bekali diri dengan mutiara-mutiara ilmu hikmah, agar bahtera yang kau bina nanti mampu berlabuh dalam lautan cinta mawaddah wa rahmah. Hiasi diri dengan mozaik-mozaik cinta pada sang ilahi, agar mahligai yang kau bina nanti diridhai dan kekal abadi. Hindari cinta nafsu tanpa ikatan suci itu, agar keberkahan cinta dalam bejana bening suci itu kau reguk bersama dalam naungan cinta Rahmaan-Rahiim-Nya yang tak terbatas.

Semoga kita selalu dijaga oleh-Nya, dari cinta nafsu tanpa ikatan suci itu, serta diberi kekuatan cinta untuk bertahan dalam tandus sahara trend masa kini yang jauh dari aturan-aturan syariat-Nya. Allahu musta’an.

Bagus kan bacaannya..Semoga bermanfaat ..
TKP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...