Langsung ke konten utama

taste of love


Smells holiday. Aroma liburan tercium begitu dekat. Persis tepat di depan hidung saya saat terbangun tadi pagi. Begitu berat rasanya untuk bangun dari tempat tidur. rasa malas yang menggantung di kaki membuat saya tetap ingin berada dibalik selimut tebal yang hangat. Apalagi ditambah cuaca pagi yang dingin. Brrr. Tapi hari ini masih hari Jumat tanggal 12 desember. Jadwal liburan saya masi beberapa pekan lagi. Tak sabar rasanya. Tapi percayalah, time flies. Saat itu pasti akan tiba juga.

Saat saya sedang berjuang mengumpulkan saparuh nyawa yang masih terjebak di alam mimpi, terasa pergelangan kaki  begitu kaku dan nyeri. Mencoba mengingat-ingat apa yang telah saya lakukakan hingga membuat kaki saya menjadi tak nyaman seperti itu. Tiba-tiba saya teringat; kemarin sore saat akan pulang, saya terpeleset. Di kamar mandi tepatnya. Ternyata itu. Dan sepertinya kaki saya memang butuh pijitan.  Alhamdulillah beranjak siang rasa nyeri dan kaku mulai mereda jadi saya tetap bisa berangkat ke tempat kerja  walaupun belum begitu pulih benar. Tapi tidak mengapa. Ini hari jumat. Hari ini penuh berkah. Bekerja adalah ibadah. Dan ibadah adalah kebaikan. Saya ingin mulai menabung kebaikan. Diantara kredit keburukan-keburukan saya yang lebih menumpuk.

Pagi ini, kembali sama seperti kemarin dan untuk beberapa waktu ke depan, saya berangkat dengan bus transit, sambil menikmati pemandangan barisan pohon-pohon di pinggir jalan yang terasa membekukan waktu ke suatu masa saya terdahulu. Persis di depan saya duduk seorang wanita yang cukup sepuh usianya. Ia berpakaian cukup rapih, malah lengkap dengan perhiasan di jari dan pergelangan tangannya. Ia tampak sendirian saja. Seharusnya, menurut saya, ia ditemani. Lebih baik ditemani kerabat keluarga atau lebih bagus lagi anaknya. Tapi saya tak berani bertanya. 

Saya hanya memperhatikan karena ia tampak baik-baik dan nyaman saja dengan kesendiriannya itu. Wanita ini, membuat saya jadi teringat ibu saya di rumah. Ibu saya sehat, baik. Alhamdulillah. Saya selalu ingin dekat dengannya. Saya selalu ingin menjaganya. Saya selalu ingin membahagiakannya. 10 oktober kemarin ibu saya berulang tahun yang ke 54. Dan saya sudah 28 tahun ada bersamanya. Tapi saya merasa masih belum bisa memberikan apa-apa kepadanya. 

Ibu saya, wanita paling sabar yang pernah saya kenal. Dengan segala yang ada padanya. Saya mencintainya. Ibu saya. Ia tak pernah lelah. Bahkan, di usia saya ini, ia  masih suka melihat sebentar  ke kamar saya, mengecek saya sudah tidur atau belum. Atau terkadang masih suka mengambilkan makan saya, walaupun saya tak pernah meminta. Saya selalu menjadi putri kecilnya.

ada satu hal yang tidak pernah berubah sampai saat ini, kebiasaan kami untuk saling membuatkan secangkir teh. Bila ia melihat saya tampak lelah sepulang dari bekerja, ibu pasti akan membuatkan segelas teh hangat untuk saya. Begitu sebaliknya denga saya. Bila saya melihat ibu tampak lelah, gantian saya yanng akan membuatkannya secangkir teh. Kami memang tidak terlalu sering berbicara. Tidak banyak kata-kata yang keluar diantara kami. Seperlunya saja. Tapi, secangkir teh itu, penyambung komunikasi diantara kami. 

Ibu saya adalah bukti nyata, bahwa benar; cinta adalah kata kerja. Tanpa banyak berkata-kata, ia membuktikan. 

“Bahwa cinta adalah persoalan berusaha untuk mncintai. Bahwa cinta bukanlah gejolak hati yang datang sendiri melihat paras ayu/janggut rapi. Bahwa sebagamana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita. Karena cinta memang harus diupayakan. Karena cinta adalah kata kerja. Lakukanlah kerja jiwa & raga untuk mencintainya. Kerjakan cinta yg ku-maksud agar kau temukan cinta yg kau-maksudkan. Karena cinta adalah kata kerja. Cinta-mata airnya adalah niat baik dari hati yang tulus. Alirannya adalah kerja yang terus menerus.”


TKP




Komentar

  1. kali ini hampir sama kembali. ketika aku membaca tulisan ini, aku serasa melihat aku sendiri bersama ibuku di rumah.

    mengecek ke kamar ketika malam, saling membuatkan teh. itu benar2 aku dan ibuku! nice post :)

    BalasHapus
  2. kita akan selalu jadi putri kecil ibu kita sepertinya...hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...