@ManJaddaWaJadaa:
"Cinta bisa menghadirkan kekuatan kehidupan, penyulut semangat motivasi
dan menjadi penggerak roda kehidupan."
Pagi ini disambut cuaca dingin di kota saya. Awan gelap tampak pekat menggantung dilangit. Suasana terasa begitu kelabu dan suram. Waktu terasa begitu lambat berjalan. Bulir-bulir hujan akhirnya kembali turun. Kali ini tanpa petir ataupun kilat, begitu damai dan bersahabat. Mungkin ini adalah moment-moment yang paling saya tunggu. Saya suka. saya memang suka hujan, pencinta hujan. Tapi saya tahu, diantara pencinta, pasti ada pembenci. tak semua suka yang kita rasa.
dan diantara keduanya harus saling memahami. antara pencinta dan pembenci. Dunia tak hanya milik pencinta yang saling berkasih, atau milik pembenci yang terus menghujat. Dunia ini milik kita bersama dengan dua kutub rasa yang berbeda ini dan menghasilkan 'turunan rasa-rasa yang lain.' Saling berdampingan, karena begitulah seharusnya. Bagaikan sepiring makanan lezat, ia tak mungkin terhidang tanpa perpaduan rasa.
Memang, dua kutub rasa tak boleh saling memaksa. Biarkan ia melebur secara alami. Apa adanya. Para pencinta dan pembenci akan selalu hadir di kehidupan ini. Para pencinta dan pembenci akan selalu ada meramaikan dunia, mencipatakan drama-drama kehidupan yang seolah tak pernah usai dengan beragam judul dan tema. Seperti peperangan lahir dari pembenci, perdamaian lahir dari pencinta. Episode drama ini akan terus sambung menyambung hingga dunia berhenti berputar.
Pencinta akan selalu bersyukur, Pembenci tak pernah berhenti menghujat.
Pagi ini disambut cuaca dingin di kota saya. Awan gelap tampak pekat menggantung dilangit. Suasana terasa begitu kelabu dan suram. Waktu terasa begitu lambat berjalan. Bulir-bulir hujan akhirnya kembali turun. Kali ini tanpa petir ataupun kilat, begitu damai dan bersahabat. Mungkin ini adalah moment-moment yang paling saya tunggu. Saya suka. saya memang suka hujan, pencinta hujan. Tapi saya tahu, diantara pencinta, pasti ada pembenci. tak semua suka yang kita rasa.
dan diantara keduanya harus saling memahami. antara pencinta dan pembenci. Dunia tak hanya milik pencinta yang saling berkasih, atau milik pembenci yang terus menghujat. Dunia ini milik kita bersama dengan dua kutub rasa yang berbeda ini dan menghasilkan 'turunan rasa-rasa yang lain.' Saling berdampingan, karena begitulah seharusnya. Bagaikan sepiring makanan lezat, ia tak mungkin terhidang tanpa perpaduan rasa.
Memang, dua kutub rasa tak boleh saling memaksa. Biarkan ia melebur secara alami. Apa adanya. Para pencinta dan pembenci akan selalu hadir di kehidupan ini. Para pencinta dan pembenci akan selalu ada meramaikan dunia, mencipatakan drama-drama kehidupan yang seolah tak pernah usai dengan beragam judul dan tema. Seperti peperangan lahir dari pembenci, perdamaian lahir dari pencinta. Episode drama ini akan terus sambung menyambung hingga dunia berhenti berputar.
Pencinta akan selalu bersyukur, Pembenci tak pernah berhenti menghujat.
Apa hakekatnya pencinta? Ia selalu memberi. Dan pembenci? Ia selalu menuntut. Namun, bagi saya, pembenci adalah pencinta yg tertunda. Dan pencinta adalah pembenci yang tertunda. Dua kutub rasanya yang sesungguhnya terlalu tipis perbedaannya. Maka tak heran bila orang-orang bijak berkata: jangan terlalu berlebihan mencintai atau memebenci sesuatu. Bisa saja perasaan itu akan berbalik. Bukankah ada sang pemilik rasa. Dia lah sang penentu. Kita?
Boleh jadi
kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan
kamu tidak mengetahui. [QS. Al-Baqarah 2: 216]
bila taqdir itu terlaksana pada seorang hamba, maka di
antara sebab kuatnya tekanan taqdir itu pada dirinya adalah usahanya untuk
menolaknya. Sehingga bila demikian, tiada yang lebih bermanfaat baginya
daripada berserah diri dan melemparkan dirinya di hadapan taqdir dalam keadaan
terkapar, seolah sebuah mayat. Dan sesungguhnya binatang buas itu tidak akan
rela memakan mayat.
(Diterjemahkan oleh Qomar ZA dari buku Al-Fawa`id hal.
153-155)
TKP
untuk sahabat saya, mb rifkah. mari terus berjuang. semangat!!

Penulisan dan gaya bahasanya sudah cukup bagus, menyambungkan kalimat satu dg yg lainnya juga sudah cukup baik... tapi penutupnya tidak sesuai tema atau sedikit tidak nyambung
BalasHapusiya, aq mmg suka suka kesulitan mncari ending cerita...tq masukannya :D
BalasHapus