Langsung ke konten utama

taste of love (II)



@ManJaddaWaJadaa: "Cinta bisa menghadirkan kekuatan kehidupan, penyulut semangat motivasi dan menjadi penggerak roda kehidupan."

Pagi ini disambut cuaca dingin di kota saya. Awan gelap tampak pekat menggantung dilangit. Suasana terasa begitu kelabu dan suram. Waktu terasa begitu lambat berjalan. Bulir-bulir hujan akhirnya kembali turun. Kali ini tanpa petir ataupun kilat, begitu damai dan bersahabat. Mungkin ini adalah moment-moment yang paling saya tunggu. Saya suka. saya memang  suka hujan, pencinta hujan. Tapi saya tahu, diantara pencinta, pasti ada pembenci. tak semua suka yang kita rasa.


 dan diantara keduanya harus saling memahami. antara pencinta dan pembenci. Dunia tak hanya milik pencinta yang saling berkasih, atau milik pembenci yang terus menghujat. Dunia ini milik kita bersama dengan dua kutub rasa yang berbeda ini dan menghasilkan 'turunan rasa-rasa yang lain.' Saling berdampingan, karena begitulah seharusnya. Bagaikan sepiring makanan lezat, ia tak mungkin terhidang tanpa perpaduan rasa.

Memang, dua kutub rasa tak boleh saling memaksa. Biarkan ia melebur secara alami. Apa adanya. Para pencinta dan pembenci akan selalu hadir di kehidupan ini. Para pencinta dan pembenci  akan selalu ada meramaikan dunia, mencipatakan drama-drama kehidupan yang seolah tak pernah usai dengan beragam judul dan tema. Seperti peperangan lahir dari pembenci, perdamaian lahir dari pencinta. Episode drama ini akan terus sambung menyambung hingga dunia berhenti berputar.
 Pencinta akan selalu bersyukur, Pembenci tak pernah berhenti menghujat.

Apa hakekatnya pencinta? Ia selalu memberi. Dan pembenci? Ia selalu menuntut. Namun, bagi saya, pembenci adalah pencinta yg tertunda. Dan pencinta adalah pembenci  yang tertunda. Dua kutub rasanya yang sesungguhnya terlalu tipis perbedaannya. Maka tak heran bila orang-orang bijak berkata: jangan terlalu berlebihan mencintai atau memebenci sesuatu. Bisa saja perasaan itu akan berbalik. Bukankah ada sang pemilik rasa. Dia lah sang penentu. Kita?

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. [QS. Al-Baqarah 2: 216]

bila taqdir itu terlaksana pada seorang hamba, maka di antara sebab kuatnya tekanan taqdir itu pada dirinya adalah usahanya untuk menolaknya. Sehingga bila demikian, tiada yang lebih bermanfaat baginya daripada berserah diri dan melemparkan dirinya di hadapan taqdir dalam keadaan terkapar, seolah sebuah mayat. Dan sesungguhnya binatang buas itu tidak akan rela memakan mayat.
(Diterjemahkan oleh Qomar ZA dari buku Al-Fawa`id hal. 153-155)


TKP


untuk sahabat saya, mb rifkah. mari terus berjuang. semangat!!

Komentar

  1. Penulisan dan gaya bahasanya sudah cukup bagus, menyambungkan kalimat satu dg yg lainnya juga sudah cukup baik... tapi penutupnya tidak sesuai tema atau sedikit tidak nyambung

    BalasHapus
  2. iya, aq mmg suka suka kesulitan mncari ending cerita...tq masukannya :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...