Sebenarnya saya malas menceritakan cerita ini, apalagi mem-posting-nya. Karena hanya mengingatkan saya pada masa-masa yang membuat saya tidak nyaman sama sekali. Tapi, semoga saja tulisan ini akan selalu menyadarkan dan mengingatkan saya untuk selalu hidup sehat. Sehat jiwa-raga :D
Kira-kira satu
setengah tahun yang lalu, saya mendapati benjolan di belakang telinga kanan
saya. awalnya saya hiraukan saja karena tidak terasa sakit ataupun
nyeri..namun, selang beberapa hari kemudian, benjolan itu mulai muncul juga di
belakang telinga kiri saya, di leher dan di bawah dagu. Benjolan-benjolan memang
hanya sedikit terasa nyeri dan ngilu,
namun karena disertai demam
karena meningkatnya suhu tubuh, membuat saya mulai khawatir.
Melihat
kondisi saya tesebut, orang tua saya langsung membawa saya ke rumah sakit
terdekat untuk mengecek apa yang terjadi pada saya. Sayangnya dokter tidak bisa
langsung mendiagnosis. Saya harus mengikuti serangkaian tes, dan di saat itu
saya merasa mimpi buruk saya dimulai…
Untuk
diagnosis awal, dokter mengatakan saya menderita pembengkakan kelenjar getah
bening (KGB). KGB merupakan system pertahanan tubuh, jika infeksi, maka di
sekitar tempat infeksi membesar atau membengkak karena meningkatnya aktifitas
kelenjar melawan kuman. Tubuh kita memiliki kurang lebih sekitar 600 kelenjar
getah bening, terdapat di seputaran leher, lipatan paha, panggul, perut pada
orang sehat, pada umumya KGB ini tidak teraba, namun kadang dapat juga teraba
yang seperti kacang kecil.
Dalam dunia
medis, membengkaknya KGB menandakan kemungkinan infeksi atau beberapa penyakit.
Pembesaran KGB dapat terjadi primer, disebabkan oleh KGB itu sendiri
seperti Limfoma; atau sekunder berasal dari penyakit lain baik infeksi ataupun
kanker. Oleh karena itulah dokter yang menangani saya tidak
bisa langsung mendiagnosis penyakit apa sebenarnya yang sedang saya derita. Saya harus mengikuti
serangkaian tes; cek segala cairan tubuh yang saya tidak terlalu paham:
darah, dan kawan-kawannya, untuk
mengetahui virus atau kuman apa yang menyebabkab KGB saya membengkak yang
membuat saya harus ‘akrab’ dengan jarum suntik selama berhari-hari. Selain itu
juga ada pemeriksaan sinar X untuk meneliti kelenjar yang membengkak tersebut
dan sekaligus untuk memeriksa keadaan paru-paru (Alhamdulillah paru-paru saya
bagus..tidak ada kuman TBC ataupun yang lainnya :D )
Selama
berhari-hari dari satu tes ke tes yang yang lain, dan setiap selesai menjalani,
hasilnya selalu ditunggu dengan harap-harap cemas. Apakah penyakit saya
tersebut berbahaya atau tidak. Saya tahu, bukan hanya saya yang lelah
menjalankan tes-tes kesehatan tersebut. Orang tua saya, bahkan dokter yang
menangani saya. Terlihat begitu jelas di wajahnya setiap saya memasuki
ruangannya, beliau begitu serius, apalagi setiap
melihat hasil-hasil tes yang sudah saya jalani. Sampai tes yang kesekian kali,
beliau belum menemukan tepatnya penyakit saya. Sementara itu kondisi saya juga
semakin menurun. Berat badan saya, tekanan darah. Semua hal itu cukup menyiksa perasaan saya, dan saya rasa itulah yang
menjadi mimpi buruk saya yang sebenarnya.
Tes terakhir
yang saya harus jalani adalah biopsi. Biopsi
adalah pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh manusia untuk pemeriksaan
patologis mikroskopik. Secara umum biopsi adalah pengangkatan sejumlah jaringan
tubuh yang kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Biopsi
kebanyakan dilakukan
untuk mengetahui adanya kanker. Bagian apapun dari tubuh, seperti kulit, organ
tubuh maupun benjolan dapat diperiksa. X-ray, CT scan ataupun ultrasound dapat
dilakukan terlebih dahulu untuk mengalokasikan area biopsi. Biopsi dapat dilakukan
juga dengan proses pembedahan. Diantara rangkaian tes, mungkin
ini yang paling menyakitkan bagi tubuh saya, hasilnya pun sangat menentukan,
karena akan diketahui apa sebenarnya penyakit yang saya derita, dengan segala
kemungkinan terburuk.
Alhamdulilllah,
praise be to Allah..hasilnya adalah negative. Tidak ada pembesaran sel yang
ditakutkan oleh dokter yang menangani saya. intinya, bukan tumor ataupun
kanker. Pembengkakan KGB yang saya derita murni dikarenakan oleh peradangan
yang cukup dengan minum obat dan insyaallah akan sembuh dan pembengkakan itu
akan mengecil dengan sendirinya. Dalam istilah kedokteran, penyakit saya disebut Lymphadenitis atau peradangan pada kelenjar getah bening.
Saya bersyukur sekali, dokter yang menangani
saya benar-benar dengan teliti dan sabar dalam menangani saya. Setelah
mengetahui saya ‘hanya’ murni mengalami pembengkakan KGB yang tidak terlalu
berbahaya, tampak jelas lega wajah dokter yang menangani saya tersebut. Tidak ada
lagi wajah tegang setiap kali memasuki ruangannya.
Hampir
setengah bulan saya cuti dari kantor dan berhari-hari bolak balik ke rumah
sakit menjalani serangkaian tes-tes yang membuat saya dan keluarga saya
berprasangka yang tidak-tidak. Alhamdulillah saya bisa melalui masa-masa
tersebut. Membuat saya belajar untuk lebih menghargai kesehatan. Sebelumnya, di
dalam pikiran saya kesehatan hanya dilihat dari pola makan saja. Untuk pola
makan, saya merasa sudah cukup sehat dan baik. Saya bahkan sangat menjauhi
segala macam fast food dan kawan-kawannya, ternyata itu semua sama saja bohong
bila pola hidup yang tidak sehat. Istirahat cukup, tidak begadang, jauhi stress,
semuanya juga harus seimbang.
Terakhir saya ‘iseng’
untuk check up sekitar 2 bulan yang lalu, ternyata saya memang sudah benar-benar sembuh dan tidak perlu minum obat lagi. Saya memang
sempat khawatir pembengkakan itu datang lagi, karena saya pernah sempat ‘ngambek’
tidak mau minum obat karena efek dari obat-obat tersebut yang membuat tubuh
saya kaku-kaku dan tidak nyaman dikarenakan dosis yang memang lumayan tinggi. Tapi
itu semua kini sudah berlalu, sekarang insyaALLAH saya sehat, dan semakin
menyadari pentingnya kesehatan itu.
Salam Sehat
TKP


Komentar
Posting Komentar