Kemaren
malam, tepat pukul 00.00 WIB saya terbangun. Saya tertidur ternyata. Lampu
memang sudah dimatikan, tapi televisi masih menyala-nyala “menonton” saya
rupanya sejak berjam-jam tadi…hfttt, dan tak ada yang membangunkan saya
#sebenernya kata ibu, saya sudah dibangunkan
berkali-kali, tapi susah banget, yasudah, ibu saya pasrah, jadinya saya
dibiarkan “tidur terlantar” di depan televisi beserta laptop dan kertas-kertas
pekerjaan yang saya niatkan untuk dikerjakan dirumah tapi malah saya tinggal
tidur#
Eh,
mari kita kembali ke cerita awal saya tadi yang tiba-tiba terbangun tengah
malam, setelah terbangun, saya merasa ada hal yang lupa saya kerjakan sedari
siang…apa itu..memotong kuku…yak ternyata itu yang buat saya terbangun…ckckckc…setelah
itu langsung saja saya mencari gunting kuku..dan memotong kuku yang saya rasa
sudah cukup ukuran panjangnya untuk mencakar-cakar siapa saja yang lewat di
depan saya kalo bad mood saya muncul..haiiish..syerem…
Setelah
kuku saya terpotong rapih semua, tiba-tiba saya inget , ada yang bilang kalo
memotong kuku malam hari itu tidak baik,pamali, bisa kena sial, bisa memperpendek rejeki (lho
kok bisa, apa hubungannya sama kuku yah..hehe..)…padahal saya sering banget
memotong kuku pada malam hari, karena sempetnya ya pas malam hari itu (wuiii,
sibuk banget kayanya)..kalo begitu saya ketiban sial melulu dong…ckckckc…
Nah
yang beginian namanya tahayul atau superstition kalo di barat sono…ternyata
mereka juga percaya yang kayak gini, yah..memang, karena setiap suku, atau bangsa
memang mempunyai tahayul sendiri-sendiri dan hal itu berlaku entah itu di
masyarakat kuno atau modern..buktinya di jaman sekarang, tahyul masih
bertebaran dimana-mana..
Tahayul atau Superstition adalah sebuah kepercayaan yang irrational bahwa kejadian
di masa depan akan dipengaruhi oleh kejadian atau perilaku kita di masa kini,
tanpa ada hubungan sebab akibat.
Salah satu
contoh superstition yang “mendunia” antara lain: Angka 13 dianggap angka sial.
Sehingga banyak dihindari, tidak jarang kita temui sebuah gedung tinggi tidak
memiliki lantai 13, mereka langsung “men-skip” ke lantai berikutnya..atau
contoh lain tentang kucing hitam yang juga dianggap pembawa sial….(saya pernah
mempunyai seekor kucing yang warnanya hitam pekat, lucu lhooo, sama sekali gak
serem…gak ada kesialan juga yang menimpa saaya selama memelihara si pus hitam
ini..)
Dalam Islam,
tahyul ini disebut khurafat, Khurâfat
ialah semua cerita sama ada rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran,
pantang-larang, adat istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang
menyimpang dari ajaran Islam, dan ini menjurus ke syirik…#ckckckkc..jangan sampe
deh, bisa-bisa amal ibadah tertolak…#itu yang syeeremm#
Dan inilah tulisan yang saya kutip
dari Islamic Intensive Research terkait tentang hal-hal diatas:
Bid'ah
Penyembahan kepada Allah (ibadah) tidak boleh dilakukan kecuali dengan syari’at yang terkandung dalam kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. Jadi setiap ibadah yang tidak mengikut kedua sumber tersebut maka ibadahnya ditolak berdasarkan hadis Nabi Saw. yang berbunyi:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa yang mengada-adakan dalam (urusan) agama ini suatu pekerjaan yang tiada daripadanya, maka (yang diada-adakan itu) tertolak." (Hadis Bukhari, Muslim).
Sementara hadis riwayat Abu Daud dan al-Tirmidhi yaitu hadis Hasan lagi Sahih menyatakan:
عن العرباض بن سارية رضي الله عنه قالو: وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم:... "إياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة" رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وابن حبان في صحيحه وقال الترمذي حديث حسن صحيح
"Dan jauhilah oleh kamu akan perkara-perkara bid'ah (yang baru diada-adakan), kerana sesungguhnya tiap-tiap bid'ah itu adalah sesat."
a. Khurafat
Khurâfat secara bahasa berarti takhayul, dongeng atau legenda
Sedangkan khurâfy adalah hal yang berkenaan dengan takhayul atau dongeng.
Dalam kamus munawir khurafat diartikan dengan: hal yang berkenaan dengan kepercayaan yang tidak masuk akal (batil)
Pengertian khurâfat dalam Islam
Khurâfat ialah semua cerita sama ada rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran, pantang-larang, adat istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam .
Berdasarkan pengertian di atas, khurâfat mencakup cerita dan perbuatan yang direka-reka dan bersifat dusta. Begitu juga dengan pemikiran yang direka-reka merupakan salah satu bentuk khurafat.
b. Takhayul
Secara bahasa, berasal dari kata khayal yang berarti: apa yang tergambar pada seseorang mengenai suatu hal baik dalam keadaan sadar atau sedang bermimpi.
Dari istilah takhayul tersebut ada dua hal yang termasuk dalam kategori talhayul, yaitu:
1. Kekuatan ingatan yang yang terbentuk berdasarkan gambar indrawi dengan segala jenisnya, (seperti: pandangan, pendengaran, pancaroba, penciuman) setelah hilangnya sesuatu yang dapat diindera tersebut dari panca indra kita.
2. Kekuatan ingatan lainnya yang disandarkan pada gambar idrawi, kemudian satu dari unsurnya menjadi sebuah gambar yang baru. Gambar baru tersebut bisa jadi satu hal yang benar-benar terjadi, atau hal yang diluar kebiasaan (kemustahilan). Seperti kisah seribu satu malam, Nyai Roro Kidul dan cerita-cerita khurafat lainnya.
Takhayul diartikan juga: percaya kepada sesuatu yang tidak benar (mustahil) . Jadi takhayul merupakan bagian dari khurâfat.
Takhayul menjadikan seorang menyembah kepada pohon, batu atau benda keramat lainnya, mereka beralasan menyembah batu, pohon, keris dan lain sebagainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah (Taqarrub) atau karena benda-benda tersebut memiliki ke-digdaya-an (baca: kesaktian) yang mampu menolak suatu bencana atau mampu mendatangkan sebuah kemaslahatan. ini salah satu dampak takhayul.
Jika
demikian maka Tauhid Rubûbiyyah dan Tauhid Ibadah seorang hamba akan keropos
dan hancur. Firman Allah;
ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى (الزمر:3)
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya"... (QS. 39:3).
TKP

Komentar
Posting Komentar