Langsung ke konten utama

My answer



Apa cita-citamu ketika kecil dulu? 

Kalo cita-cita saya, selalu berubah-ubah. Waktu SD saya ingin jadi arsitek. Ketika SMP, saya ingin jadi dokter. Saat SMA hingga kuliah, saya ingin jadi diplomat, penulis, wartawan, ahli gizi...dan...tak satupun yang tercapai...haha.

Tak masalah. Cita-cita ada untuk membuat kita termotivasi. Walaupun sudah “sebesar” ini umur saya. Saya tetap memilik cita-cita. Apa itu? Rahasia....

Pernah ada seorang siswa di sekolah tempat saya bekerja menanyakan kepada saya, Miss, capek g sih jadi miss Tari..?” “sesuai gak sama cita-cita miss Tari dulu waktu kecil?” saya suka menjawab sekenanya saja..”bekerja itu pasti capek, tapi kan memang harus dijalani. dan cita-cita tidak selalu tercapai..jadi kita harus punya plan a, b, c....blabla...” Tapi saat pertanyaan itu muncul kembali kemarin dan kemarin satunya lagi, saya mulai berpikir, seharusnya saya punya jawaban yang lebih “serius dan dewasa” untuk menjawab pertanyaan ini, walaupun yang bertanya adalah anak-anak abg yang suka “kepo” hehe. 

Dan begini jawaban saya: bekerja dan belajar itu sama. Keduanya adalah level kehidupan yang “harus” kita jalani. Ketika kecil kita bersekolah, kemudian setelah sekolah selesai dilanjutkan dengan mengaplikasi ilmu yang kita dapat di sekolah dengan cara lebih profesional, yaitu dengan bekerja. Jadi, keduanya sama. Itu adalah level kehidupan yang memang harus kita jalani. Tapi, bukan sekedar untuk dijalani. mungkin kita bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan yang kita cita-citakan, tapi bukan berarti kita harus bekerja dengan terpaksa. Tetap bekerja dengan baik. Karena bekerja adalah ibadah. Niatkan saja pada hal yang baik, disamping kita tetap berusaha dan bersabar untuk memperoleh yang kita butuhkan. Karena, beda sekali antara apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Apa yang kita butuhkan, akan bermanfaat, tidak hanya untuk diri kita sendiri, bisa jadi untuk orang-orang di sekililing atau orang terdekat kita. Sedangkan apa yang kita inginkan, dari kalimatnya saja, terdengar egois; “yang kita inginkan”, hanya untuk diri kita sendiri. Betapa menyenangkannya bila mendapatkan apa yang benar kita butuhkan, kita dapat berbagi.

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, satu yang lain terbuka, sering kita menatap terlalu lama ke pintu yang tertutup itu sehingga tidak dapat melihat pintu lain telah terbuka untuk kita.”
[Helen Keller]



TKP ^_^

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

just a little talk

Bulan  Januari ini adalah awal masuk KBM semester kedua untuk anak-anak sekolah. Semester kedua ini akan menjadi semester tersibuk dibanding semester pertama. Anak-anak kelas ujung akan menghadapi ujian nasional dan adik-adik kelasnya akan menghadapi ujian kenaikan kelas. Dan para orang tua sibuk mempersiapkan segalanya. Mulai mencari-cari tempat tambahan belajar yang tepat, atau mencari-cari sekolah yang terbaik. Bulan Januari ini saya baru memulai kembali bekerja di minggu kedua. Dengan berbagai cerita menarik bagi saya pribadi, walaupun sebenarnya kasus yang saya alami bukanlah yang pertama karena bagi saya selalu ada satu sisi yang menarik seperti hari kemari,  saya kedatangan konsumen seorang ibu-ibu yang semangat sekali ingin memasukkan anaknya berbagai kegiatan tambahan belajar. Di tempat saya bekerja memang banyak menawarkan produk pendidikan dari yang bersifat formal hingga non formal tapi bukan berarti kami menampung semua keinginan para orang tua siswa mengenai...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...

Stuck

Hoammmm.  Hari ini saya masuk kembali bekerja setelah beberapa hari disarankan untuk bedrest. Setelah melakukan perjalanan jauh untuk ibadah umroh ternyata tubuh saya benar benar drop sesampainya di indonesia. Padahal selama di tanah suci saya sehat bahagia sentosa lahir batin bahkan tidak mau pulang rasanya..hahaha.. saya sempat langsung bekerja setelah diberi waktu sehari untuk istirahat...ternyata itu tidak cukup dan ternyata saya tidak sekuat yang saya pikirkan. Sehari libur sehari masuk kemudian ijin libur lagi. Dan baru masuk lagi di minggu ke tiga ini. Apa kabar gaji saya yah.... Jadi kalo dihitung hitung hampir sebulan saya tidak bekerja bila dtotal denhan liburan semster desember lalu. Wow. super sekali. Pantes saya jadi super mager begini.  Pada hari pertama 'sok kuat' saya minggu lalu saya sudah memulai mengumpulkan nyawa bekerja dengan merapihkan meja kantor. Bekerja akan nyaman dan menyenangkan jika meja kerja kita rapih dan bersih. Bukan begitu?...