makan
siang kali ini saya pikir akan sendirian saja seperti hari-hari belakangan ini.
pekerjaan yang tengah menggunung membuat saya sedikit menggeser waktu makan
siang menjadi mundur setengah jam atau bahkan satu jam. walaupun kadang ada
teman yang berbaik hati mau menunggu saya sampai menyelesaikan pekerjaan, tidak
mungkin hal itu terjadi terus menerus..
seperti
jam makan siang kali ini, saya (merasa)akan sendiri lagi. tapi ternyata tidak,
ada seorang ibu yang bijaksana (untuk yang kesekian kalinya saya mem-posting
namanya "seorang ibu yang bijaksana" di blog saya ini) yang ternyata
masih sedang duduk seorang diri di meja makan. sendirian saja. beliau memang
sempat mengajak makan siang bersama sesaat sebelumnya, tapi daripada menunggu
saya, saya memintanya untuk duluan saja.
akhirnya
kami makan siang bersama. makan siang sambil melihat kegiatan anak-anak di
sekolah tempat saya bekerja dan ibu yang bijaksana ini sebagai konsultannya.
kebetulan ruang makan sekolah ini bersampingan dengan tempat bermain anak-anak,
sejenis lapangan kecil; menjadi tempat favorite bagi anak-anak ini untuk
bermain. sambil menunggu jemputan datang, anak-anak ini akan menunggu di tempat
ini. bermain bola, ayunan, atau sekedar berlari-larian. tak ada kesan lelah
sedikitpun, walaupun mereka telah seharian "terjerat" tugas-tugas,
latihan-latihan saat jam pelajaran.
sebenarnya,
sambil makan siang, saya ingin "memamerkan" kepadanya bros jilbab baru yang saya
kenakan hari ini. sebuah bros rajut berwarna dominan hijau, warna kesukaan
saya. ya, sebenarnya ibu yang bijaksana inilah yang memberikannya kepada saya.
beberapa hari yang lalu. buat saya ini sebagai pengganti bros saya yang hilang, bros berwarna hijau
juga, yang hilang entah kemana..dan hari ini, adalah
hari pertama saya memakai bros rajut hijau pemberiannya.
bagi
saya, bros rajut hijau sederhana, tapi manis. hari ini saya memakai jilbab
warna coklat dan sepertinya ia menemukan harmoninya. warna jilbab coklat saya
bagaikan batang pohon, dan bros rajut hijau ini bagaikan tunas daunnya yang
baru....
“Daun
yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja.
Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.” -Tere Liye
“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup
harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman
yang tulus.”
-Tere Liye
-Tere Liye
“Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan
atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat” -Tere Liye
salam bunina
a very special bunch of love for u
terimakasih
TKP
Komentar
Posting Komentar