Langsung ke konten utama

Makan yuk...



Surpriseee….sore-sore menjelang magrib saat di kantor kemaren sabtu saya kedatangan tamu special..sahabat saya..senangnya… Sebelumnya, sahabat saya yang satu ini memang bekerja di tempat yang sama di tempat saya yang sekarang ini. …tapi sejak akhir tahun lalu ia mengundurkan diri karena diterima di instansi pemerintahan tepatnya di kantor keimigrasian… 

Kami berdua sudah saling kenal sejak awal jaman kuliahan dahulu kala…dan masih berteman baik hingga saat ini..sampai kapanpun..insyaallah…aaamiiin…awalnya saya merasa sangat kehilangan, bahkan saat saya menemaninya untuk secara resmi mengundurkan diri kepada pemilik yayasan di tempat kami bekerja, saya benar-benar menangis mengharu biru…yah, mungkin karena selama ini saya dan dia selalu bersama-sama, jadi saat saya menyadari kebersamaan akan mulai berbeda nantinya (saya tidak bilang menghilang), saya merasa seperti ada yang hilang-berkurang dalam hidup saya..

Well, akhirnya sabtu malam kemaren kami celebrated ‘kebersamaan’ itu lagi dengan makan-makan… #we used to dinner together after our working hour was over..dan, makanan favorit kami adalah: soto padang…

Nah kali ini saya mau share tentang recipe of sate padang yang lezat ini, walaupun belum pernah mencoba membuatnya..xixixi...

#tapi sudah masuk dalam agenda niat saya, saya akan belajar membuatnya…#

just read it please..and practice ;)

Soto Padang




Bahan
  • 250 gram daging sapi has dalam
  • 2 liter air
  • 1 buah pekak
  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 2 sdt garam
  • Minyak secukupnya, untuk menggoreng
Haluskan
  • 5 siung bawang putih
  • 10 butir bawang merah
  • 3 cm jahe
  • 1 sdt merica
  • 3 butir kemiri
  • 1 sdm garam
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai, memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 3 butir kapulaga
  • 1 buah pekak 

Pelengkap
  • Soun, rendam air hangat sebentar
  • Perkedel kentang
  • Irisan daun bawang
  • Irisan seledri
  • Bawang goreng
  • Kerupuk kanji merah
  • Sambal lado merah

Cara membuat
    1. rebus daging bersama pekak sampai daging empuk, angkat. Sisihkan air kaldunya untuk kuah soto.
    2. potong daging berbentuk kotak tipis. Campur dengan bawang putih dan garam, aduk rata. Diamkan selama 30 menit agar bumbu meresap. Goreng sampai garing, angkat, tiriskan.
    3. tumis bumbu halus bersama lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk purut, kapulaga, dan pekak sampai harum. Masukkan tumisan kedalam air kaldu. Aduk sampai mendidih.
    4. atur soun, perkedel, dan daging goreng di dalam mangkuk. Taburi dengan irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Siram dengan kuah soto. Sajikan selagi panas dengan kerupuk dan sambal lado merah.

(Untuk 5 orang)

#idraa, sahabat saya yang juga penggemar soto padang,..buruan pulang..biar kita makan bareng lagi...miss u# 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...