Setiap hari Minggu/hari
libur datang, saya selalu merasa seolah takut kehilangan setiap detik waktunya.
Seolah potongan waktu 24 jam di hari Minggu ini begitu berharga bagi saya.
Seolah saya benar-benar takut kehilangan hari ini. Apakah ini tampak jelas sekali saya jenuh-bosan dengan hari-hari Senin-Sabtu
saya?
Bolehkah saya
mengeluh sekali ini saja, tidak berpura-pura menjadi sekuat baja…sekeras batu
karang? dan menjadi sebatang pohon yang rubuh dihantam badai dan mengakui sejujur-jujurnya; iya benar, saya sedang lelah dan jenuh
dengan kehidupan rutin saya.
….25 Mei 2009.
Saya resmi mendapatkan gelar Sarjana saya. Bahagia sekali rasanya.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, saya dapat menyelesaikan
tugas akhir sesuai dengan targetan saya. dan dimulai detik itulah ke-idelism-an
saya mulai menggunung terkait dengan pekerjaan, terkait dengan cita-cita.
Singkat saja,
cita-cita terbesar saya adalah dapat bekerja di departemen luar negeri…untuk
itulah saya bersusah payah belajar bahasa asing. Itu cita-cita saya sejak SMA. Di
benak saya yang sederhana kala itu, betapa menyenangkan bisa bekerja, bisa
memiliki teman kerja dari berbagai negara, bukankah perbedaan itu indah, dengan
berbagai warna.
Tapi kenyataan
tidak sesederhana itu.
Mencoba peluang,
namun ternyata gagal, mencoba ke peluang-peluang lainnya masih tetap dengan
basic yang sama, dari departemen pemerintahan ke departemen pemerintahan
lainnya. Masih gagal. Saya mulai kehilangan semangat. Mulai kehilangan
ke-idelism-an saya dalam bekerja.
Menerima kesempatan
lain yang benar-benar melenceng keluar dari idaman saya sedari awal. Mencoba berdamai
dengan keadaan. Menerima yang telah diberiNYA. Mencoba bertahan di dunia yang sangat “bukan aku.”
Namun setelah
sejenak berdamai dengan semuanya, tiba-tiba perasaan itu muncul lagi. Rasanya ingin
memberontak, pergi sejauh-jauhnya. Hanya ingin pergi. Biarkan sekali-kali saya yang pergi..
Astaghfirullahaladzim..
“Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah
ayat 216)
Dia Yang Maha Mengetahui, percayakan kepadaNYA. Dia pasti akan
memilihkan yang terbaik.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah
(pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi
(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”
(Ali-Imran ayat 139)
Ya ALLAH, ampuni
saya…Insyaallah ini akan terus menjadi reminder:
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan? (ar-Rahman ayat
18)
Entah mengapa, tiba sebatang pohon itu berdiri kembali, tegak. Menatap langit. Menanti sang mentari...menyambut hari esok....
Good night everyone
TKP
Jika kau merasa kecewa, pandanglah ke
sungai, airnya mengalir biarpun berjuta batu menghalangi..jika kau merasa
sedih, pandanglah langit..kau akan sadar bahwa Allah senantiasa bersamamu..
nikmatin aja, mbak. semua suatu hari nanti pasti berlalu. dan berganti jadi kegiatan lainnya. dan pasti masa-masa sekarang akan kita rindukan. #tsaaaahhhh
BalasHapus