Jam pulang
saya selama ramadhan ini menjadi pukul 3 sore sebelum adzan ashar berkumandang
di mesjid-mesjid. Alhamdulillah pulang kerja di jam bukan waktu jam pulang
pada umumnya. Jadi jalan-jalan belum terlalu padat oleh orang-orang yang
memburu waktu agar dapat secepatnya sampai di rumah atau orang-orang yang
berburu mencari tempat buka bersama.
Alhamdulillah pulang kerja di jam ini masih sangat memungkinkan saya untuk bisa menikmati perjalanan pulang sambil melihat-lihat banyak hal yang sepertinya banyak terlewatkan di waktu terang karena di hari biasa saya pulang selalu saat senja telah usai. Karena sangat menanti jam pulang ini saya bahkan punya status abadi; waiting the twilight. Yah i always waiting the twillight. senja adalah saat pulang. saat burung-burung atau hewan-hewan lain kembali ke sarang setelah seharian mencari makan, seperti itulah. Pun manusia kembali ke rumahnya, setelah ber jam-jam bekerja, jauh dari rumah; orang-orang bekerja atau merantau atau sejenisnya pasti akan selalu merindukan rumah. Home always sweet home no matter how the home is.
Alhamdulillah pulang kerja di jam ini masih sangat memungkinkan saya untuk bisa menikmati perjalanan pulang sambil melihat-lihat banyak hal yang sepertinya banyak terlewatkan di waktu terang karena di hari biasa saya pulang selalu saat senja telah usai. Karena sangat menanti jam pulang ini saya bahkan punya status abadi; waiting the twilight. Yah i always waiting the twillight. senja adalah saat pulang. saat burung-burung atau hewan-hewan lain kembali ke sarang setelah seharian mencari makan, seperti itulah. Pun manusia kembali ke rumahnya, setelah ber jam-jam bekerja, jauh dari rumah; orang-orang bekerja atau merantau atau sejenisnya pasti akan selalu merindukan rumah. Home always sweet home no matter how the home is.
Rumah adalah jantung kehidupan seseorang. Disitu ada keluarga, asal muasal kita sebagai
seorang pribadi.
Beberapa
tahun yang lalu, rumah masih terasa ramai. Ada kakek, nenek, ayah, ibu dan
kakak laki-laki saya. tahun berlalu, kakek dan nenek satu persatu pergi
sebagaimana seharusnya kembali. Tahun kembali berlalu, kakak laki-laki menikah
dan membangun kehidupan sendiri pun sebagaimana seharusnya level kehidupan. Memang
kini rumah terasa sepi. Tapi sepi bukan berarti sendiri. Alhamdulillah saat ini
saya masih bersama ayah dan ibu. Alhamdulillah di ramadhan kali ini masih
lengkap bersama mereka. Yah, mungkin suatu saat ini saya akan memiliki keluarga
sendiri-entah kapan itu, yang jelas saat ini saya ingin menikmati waktu-waktu
ini bersama mereka. Bersyukur masih diberi waktu yang lebih panjang untuk
bersama mereka, untuk berbakti kepada
mereka.

Komentar
Posting Komentar