Langsung ke konten utama

My Heart

Jam pulang saya selama ramadhan ini menjadi pukul 3 sore sebelum adzan ashar berkumandang di mesjid-mesjid. Alhamdulillah pulang kerja di jam bukan waktu jam pulang pada umumnya. Jadi jalan-jalan belum terlalu padat oleh orang-orang yang memburu waktu agar dapat secepatnya sampai di rumah atau orang-orang yang berburu mencari tempat buka bersama. 

Alhamdulillah pulang kerja di jam ini masih sangat memungkinkan saya untuk bisa menikmati perjalanan pulang sambil melihat-lihat banyak hal yang sepertinya banyak terlewatkan di waktu terang karena di hari biasa saya pulang selalu saat senja telah usai. Karena sangat menanti jam pulang ini saya bahkan punya status abadi; waiting the twilight. Yah i always waiting the twillight. senja adalah saat pulang. saat burung-burung atau hewan-hewan lain kembali ke sarang setelah seharian mencari makan, seperti itulah. Pun manusia kembali ke rumahnya, setelah ber jam-jam bekerja, jauh dari rumah; orang-orang bekerja atau merantau atau sejenisnya pasti akan selalu merindukan rumah. Home always sweet home no matter how the home is.

Rumah adalah jantung kehidupan seseorang. Disitu ada keluarga, asal muasal kita sebagai seorang pribadi.

Beberapa tahun yang lalu, rumah masih terasa ramai. Ada kakek, nenek, ayah, ibu dan kakak laki-laki saya. tahun berlalu, kakek dan nenek satu persatu pergi sebagaimana seharusnya kembali. Tahun kembali berlalu, kakak laki-laki menikah dan membangun kehidupan sendiri pun sebagaimana seharusnya level kehidupan. Memang kini rumah terasa sepi. Tapi sepi bukan berarti sendiri. Alhamdulillah saat ini saya masih bersama ayah dan ibu. Alhamdulillah di ramadhan kali ini masih lengkap bersama mereka. Yah, mungkin suatu saat ini saya akan memiliki keluarga sendiri-entah kapan itu, yang jelas saat ini saya ingin menikmati waktu-waktu ini bersama mereka. Bersyukur masih diberi waktu yang lebih panjang untuk bersama mereka, untuk  berbakti kepada mereka. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...