Langsung ke konten utama

Buku PinjamanNya


“Patience Is Not The Ability To Wait, But How You Act While You Are Waiting”

30 tahun yang lalu. 21 April 1986. Senin pagi yang hangat di saat orang-orang tengah memulai hari, di sebuah klinik bersalin tak jauh pasar di daerah pesisir sumatera barat lahir sepasang bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dari seorang ibu muda berusia 26 tahun didampingi sang suami, ayah dari sepasang bayi kembar ini, seorang laki-laki muda yang masih sedang menempuh pendidikan di kota kembang yang kebetulan sedang liburan sehingga bisa mendampingi proses kelahiran pertama istrinya nun jauh di seberang pulau. Menjadi berkah sekaligus kejutan bagi pasangan muda ini, mendapat 2 bayi sekaligus dua, sepasang pula. Kelak memang tak akan ada kelahiran lagi setelah ini. Kelahiran ini menjadi pengalaman pertama dan terakhir bagi ibu muda ini. Jadi tak heran setiap hari lahir putra-putri kembarnya ini, sang ibu khususnya, tak pernah lupa tanggal satu-satunya ia pernah melahirkan sepanjang hidupnya. Menjadi salah satu sejarah penting dalam kehidupannya.

30 tahun hidup saya. Saya adalah bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan itu. Bagaikan sedang membaca sebuah buku tebal, mungkin sudah banyak bab yang saya lalui. Namun ada beberapa bab yang harus saya ulang. Bab kesabaran, bab bersyukur dan bab ikhlas adalah 3 bab utama terberat saya. Saya berkali-kali harus kembali mengulang “membaca” bab-bab tersebut. Dia Sang Pencipta sepertinya ingin saya bisa mendalami secara lebih komprehensif lagi khusus di tiga bab spesial ini. Sampai detik ini bahkan saya masih sedang membaca kembali bab-bab ini. Mempelajari, mendalami, mencerna supaya saya lebih siap ke bab berikutnya. Bab kehidupan selanjutnya di universitas kehidupan ini.

30 tahun hidup saya. Saya takjub, sudah sejauh ini saya lalui kehidupan saya. Masih terlalu banyak yang belum saya capai dan dapatkan. Yah dengan bab sabar dan syukur serta ikhlas itu saya akan pahami untuk memaknai semuanya betapa dibalik semua itu ada berkah luarbiasa yang ada selalu menyertai saya. Rahmat kasih sayangnya begitu besar hingga tak akan pernah sanggup saya menghitungnya. Selalu ada kejutan-kejutan yang selalu Ia berikan yang seringkali membuat saya takjub dan terharu. Setiap orang memang memiliki kisah masing-masing di setiap buku yang dibacanya. Kesedihan, kebahagian, kehilangan, kegagalan, keberhasilan dan lainnya adalah hal biasa yang kita alami dalam kehidupan ini. Bukankah Dia Sang Pencipta Segalanya ini menjanjikan kepada kita bahwa Ia tak pernah memberikan cobaan dilluar kemampuan umatNya..saya percaya itu.

30 tahun hidup saya. betapa banyak kekurangan saya di hadapanNya. Membaca buku yang Ia titipkan saja saya harus mengulang berkali-kali. Betapa saya sangat malu.

Terimakasih hingga saat ini saya masih diberi waktu lagi untuk bisa terus membaca. Memahami. Memaknai. Semoga saya masih diberi waktu lagi, tanpa mengulang kembali, benar-benar selesai membacanya, hingga saya benar-benar siap mengembalikan buku pinjamanNya.  In Shaa Allah...


My mam;mamah tercinta, cepet sembuh yaa. Perempuan tersabar yang pernah saya kenal. Papah tercinta, laki-laki tersetia yang pernah saya kenal. Doa-doa terbaik teriring selalu...Semoga kelak saya diberikan anugerah pasangan yang memiliki 2 sifat yang saya kagumi ini. Saya ingin mendapatkan pasangan yang baik, jadi saya berusaha belajar menjadi baik, meskipun saya sadar masih jauh dari kata baik.

TKP terkasih, kembaran saya sekaligus satu-satunya saudara yang saya punya...semoga kebahagian, kesehatan, rahmat dan kasih sayangNya selalu menyertaimu di usia kita ini. dan Mb E tersayang, terimakasih sudah sabar dan menemani kembaran saya yang rumit ini 4 tahun terakhir sebagai istri. Berbahagialah selalu..^-^

Teman-teman terkasih dan tersayang dimanapun berada, dekat atau jauh..semoga bertambahnya umur kita, jalinan silaturahmi tetap terjalin. Aamiin.

TKP
21 april 2016
00.30 WIB



O Allah, make us from those who have patience upon hardships and those who are thankful upon Your blessings.


Komentar

  1. happy birthday, mbak Tari! 'bukunya' tampak seruu~ semoga berkah & berbahagia.

    BalasHapus
  2. Barakallah fi umurik mbak tari, semoga usianya selalu membawa kebaikan buat semua

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...