Hari jumat pagi. cerah dan terang
benderang. Seperti harapan baru yang membuat saya bersemangat menghadapi hari
ini. Harapan bahwa hari ini segala sesuatunya, khususnya pekerjaan saya, berjalan
dengan lancar aman dan damai tanpa drama. Itu misi saya hari ini.
Tapi..tiba tiba sms masuk ke no hp
saya dan lumayan merontokkan semangat pagi saya.
A : “Mb
tari hari ini saya ijin ya, kurang enak badan mb..”
T : “iya”
sms ini terus terang membuat galau.
apalagi kalo bukan soal per-jadwal-an..dimana saya (merasa) digaji untuk
mengurusi kehidupan orang..haha.. Setiap hari saya harus memastikan orang-orang
khususnya teman-teman di divisi saya hadir, sakit, ijin, atau lain-lainnya.
Membuat jadwal per hari mereka. disamping mereka pun mempunyai status pegawai
yang berbeda-beda; full day, half day atau freelance. Menjalin komunikasi yang
baik dengan mereka adalah kewajiban bagi saya. Jangan sampai ada miskomunikasi
atau sejenisnya. Saya membutuhkan mereka untuk memenuhi jadwal-jadwal belajar
yang saya buat untuk pusat maupun cabang, sudah pasti berdasarkan acc pimpinan
dan koordinasi dengan teman-teman di cabang.
Satu saja tidak masuk, akan
berarti banyak buat jadwal yang lain. Untuk menggantikan yang tidak hadir
mempunyai rumusan sendiri yang harus cepat dalam membuat keputusannya.ada 3 hal
yang harus dipenuhi; pertama yaitu kebutuhan siswa, yang kedua adalah keadaan
staf pengajar dan yang terakhir yang paling menjadi pertimbangan dari semua
adalah berdasarkan acc pimpinan. Fyuuh. Namun diantara itu semua saya lebih
memilih mengutamakan kebutuhan siswa. Dan hari ini, salah satunya tidak hadir. Karena
masih dirumah saya belum bisa memutuskan siapa yang akan menjadi pengganti. Hal
itu menjadi bahan pikiran saya sepanjang perjalanan. WHO?
Setibanya di kantor, baru saja
meletakkan tas kerja, ada pesan lagi yang masuk melalui messenger kantor:
fifi
(9:04:57 AM)
mbaa.. kalo ada pak budi tamu bu
ning suruh langsung menghubungi bu ning,,sudah di tunggu
tari
(9:07:05 AM) manaa
(9:07:08 AM) p budi
(9:07:09 AM) ??
fifi
(9:07:46 AM) gk tau blm dtg, blgnya jm 9.. aku
mw ngjhaaarrrr
tari
(9:08:18 AM) yaaaaa
Dan masalah mengenai guru pengganti yang
sempat menyita pikiran saya seolah hilang begitu saja. Tergantikan dengan
mencari tamu ibu pimpinan yang tidak tahu entah dimana.
sering memang apa
yang kita rencanakan tidak berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Oleh karena
itu, (mungkin)lebih baik bagi kita untuk memiliki rancana cadangan. Bila plan a
tidak berjalan, maka akan masih ada plan a,b ,c, d. bukankah masih ada 25 huruf
lagi yang tersisa?? Yah, tapi ada juga yang mengatakan bahwa tidak perlu plan
b. karena plan b bersifat melemahkan. There’s no plan b.
Terkadang, terpikir oleh saya, mempunyai terlalu banyak
rencana malah melemahkan karena menjadi tidak focus. Dengan hanya memiliki satu
plan, kita ter-mindset untuk tidak ada kata gagal. Terdengar. ambisius memang,.
Tapi sebenarnya bukan itu. Dengan hanya memiliki satu plan, semakin mendorong
kita untuk berusaha lebih keras mendapatkan apa yang kita rencanakan pada rencana the only one plan-plan a.
sebenarnya simple saja. Dengan hanya mempunyai plan a , secara tidak langsung
mendorong kita untuk lebih optimis. Itu saja. Optimis sama saja dengan
berprasangka baik terhadap apa yang akan
terjadi kan??
dan jadwal dan rencana hari ini memang benar-benar diluar
rencana, tapi tetap pada misi rencana dan harapan awal saya di pagi hari tadi;
berjalan dengan lancar
aman dan damai tanpa drama.
Alhamdulillah.
TKP

endingnya mna mba?? masi nyangkut ceritanyaa
BalasHapus