Langsung ke konten utama

i need a glass of water



sedang ada pembukaan karyawan baru di yayasan tempat saya bekerja. sebagai staff yang bertugas didepan alias frontliner atau sejenisnya saya bertugas di depan menerima para tamu dan konsumen serta menerima surat-surat lamaran pekerjaan dari para pelamar ini.

sambil menyerahkan surat lamaran, biasanya para pelamar ini bertanya-tanya juga tentang lingkungan, gaji, satus karyawan bahkan ada yang sampai minta bertemu langsung dengan pimpinan. untuk yang terakhir ini mungkin saya tidak bisa menjanjikan. tahu sendiri pimpinan itu biasanya memiliki schedule yang padet. 

duduk di depan bertemu banyak orang memang mau gak mau harus memaksa saya untuk belajar memahami berbagai karakter orang-orang. pada awalnya sungguh sulit bagi saya. saya sendiri kurang menyukai keramaian, bertemu banyak orang. saya lebih menyukai ketenangan. tapi ya kita kan tidak selalu mendapatkan dimana kita mau bekerja. mencari pekerjaan itu susah. banyak competitor yang cukup kompeten lulusan berbagai perguruan tinggi terbaik. kalo kita tidak memiliki nilai lebih, nilai akademik saja tidak cukup. jadi, kata orang-orang, nikmati saja yang ada kini, dan selalu bersyukur.

tapi seiring waktu berjalan, saya sepertinya mulai beradaptasi dengan pekerjaan. saya yang tidak terbiasa basa basi menjadi sedikit mulai membiasakannya. dimulai dengan menjadi pendengar yang baik karena duduk di depan sini, seakan menjadi tameng. selain sebagai penerima tamu, penyampai informasi dan segala pernak-pernik laiinya ditambah juga saya ‘harus’ mendengar keluhan-keluhan orang-orang, khususnya para konsumen kemudian menyampaikannya pada yang berwenang/pimpinan/manajer untuk bahan evaluasi dan masukan. 

terkadang saya merasa bekerja duduk di depan sini saya harus selalu memakai “topeng”-bukan menjadi orang lain maksudnya. saya tetap menjadi diri saya sendiri; yang saya maksud kan disini adalah, apapun yang tengah kita alami, orang lain/tamu/konsumen tidak peerlu tahu dan tidak mau tahu. entah saya sedang bersedih, galau atau sejenisnya. harus tetap ceria, semangat dan bahagia. karena akan ada saja yang “menegur” bila saya sedang “berkerut”. tapi itu adalah suka duka pekerjaan. sudah tentu saya memiliki suka yang cukup banyak juga disini :D

mungkin di saat-saat “berkerut” itu, yang saya butuhkan adalah segelas air putih hangat. untuk menenangkan diri. dan sepertinya saat ini saya memang butuh segelas air putih. yang banyak. 


TKP


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...