Langsung ke konten utama

The Colours








September sudah masuk kepertengahan bulan. kalo dibelahan utara bumi sana berarti akan segera memasuki musim gugur. musim gugur yang ditandai dengan berubahnya warna daun yang kemudian gugur dari dahan-dahan pohonnya. dan ini merupakan musim peralihan dari musim panas menuju musim dingin *kalo di Indonesia musim pancaroba kali yaa..hehe (panas ke hujan)*. 


walaupun sayaa pribadi belum pernah merasakan bagaimana rasa real nya musim gugur, tapi berdasarkan bacaan-bacaan, gambar-gambar, tontonan-tontonan dan dari berbagai sumber info, pesona musim gugur itu begitu cantik di mata saya dengan dedaunannya yang beralih  warna berwarna warni;semula hijau segar menjadi kuning, jingga atau merah . dan sinar matahari yang hangat sisa musim kemarau terasa menenangkan. keindahan, ketenangan berbaur menjadi satu menjadi pesona tersendiri bagi musim gugur ini. 


dari berbagai negara yang mengalami musim musim gugur, pesonanya memang hampir sama, tapi setiap negara-negara ini mempunyai karakteristik tersendiri. dibawah ini ada sedikit ringkasan tentang gambaran pesona musim gugur (sumber: vivanews)

Inggris
Taman Nasional Westonbirt Arboretum miliki panorama musim gugur yang merekah. Warna merah menghiasi daun-daun, baik yang masih bertahan di pohon maupun yang sudah berjatuhan di atas tanah. Jika belum cukup, Taman Sheffield tawarkan warna yang lebih beragam. Melukis pandangan dengan warna hijau, kuning pucat, kuning, hingga jingga.

Lain halnya jika menerobos ke wilayah Arundel, musim gugur tak mengubah dedaunan dengan spesifik. Warna hijau tetap menyertai, sesekali terhimpit dedaunan kuning kering di pepohonan.

Swedia
Berbeda dari Inggris, Stockholm, Ibukota Swedia didominasi dengan daun berwarna kuning keemasan ketika musim gugur. Di daerah Skansen, wisatawan dapat menikmati Autumn Fair yang diselenggarakan setiap September. Perayaan tersebut menjual berbagai barang kerajinan, kebutuhan rumah tangga, hingga hewan ternak.

Selain Skansen, Rosendal’s Garden dan Åhléns City, adalah dua tempat yang suguhkan pemandangan musim gugur menarik.

Republik Ceko
Ini adalah negeri di timur Eropa yang juga mempesona. Sunga Vltava, salah satu lokasi cantik untuk menikmati musim gugur di Ceko. Bukit-bukit yang dibelah sungai memancarkan warna oranye, lantaran dedaunan pada pohon didominasi warna tersebut. Sungai ini menyiapkan kapal untuk mengantar wisatawan mengarungi musim gugur.

Austria
Tidak salah menghampiri Austria pada akhir tahun. Sebagai ibukota negara, Wina sangat direkomendasikan untuk wisata musim gugur. Lainzer Tiergarten, sebuah kawasan terpencil di Wina yang sangat tenang, memiliki jalanan dan bukit yang dipagari pohon-pohon. Daun berwarna kuning hingga jingga berguguran, menambah kesan damai jika singgah di sini.

Rusia
Musim gugur di Moskow, Rusia, juga dirayakan dengan sukacita. Jalanan akan berubah menjadi warna kuning keemasan, dihinggapi daun-daun yang berguguran. Jika berkunjung bulan September, wisatawan dapat menikmati festival 'Babye Leto'.

Pertunjukan seni dan konser, merupakan beberapa hal yang digelar selama musim gugur di Moskow, selebriti pun bertebaran di kota ini. Anak-anak akan dihibur dengan pesta balon, bahkan makanan lezat.
Lihat foto-fotonya di tautan ini.

Berbagai sumber

Ode To Autumn

Season of mists and mellow fruitfulness,
Close bosom-friend of the maturing sun;
Conspiring with him how to load and bless
With fruit the vines that round the thatch-eaves run;
To bend with apples the mossed cottage-trees,
And fill all fruit with ripeness to the core;
To swell the gourd, and plump the hazel shells
With a sweet kernel; to set budding more,
And still more, later flowers for the bees,
Until they think warm days will never cease,
For Summer has o'er-brimmed their clammy cell.

Who hath not seen thee oft amid thy store?
Sometimes whoever seeks abroad may find
Thee sitting careless on a granary floor,
Thy hair soft-lifted by the winnowing wind;
Or on a half-reaped furrow sound asleep,
Drowsed with the fume of poppies, while thy hook
Spares the next swath and all its twined flowers;
And sometimes like a gleaner thou dost keep
Steady thy laden head across a brook;
Or by a cider-press, with patient look,
Thou watchest the last oozings, hours by hours.

Where are the songs of Spring? Ay, where are they?
Think not of them, thou hast thy music too,---
While barred clouds bloom the soft-dying day,
And touch the stubble-plains with rosy hue;
Then in a wailful choir, the small gnats mourn
Among the river sallows, borne aloft
Or sinking as the light wind lives or dies;
And full-grown lambs loud bleat from hilly bourn;
Hedge-crickets sing; and now with treble soft
The redbreast whistles from a garden-croft,
And gathering swallows twitter in the skies.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu RumahMu

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”.  Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu. Yayasan pendidikan tempat saya bekerja memberikan 1 tiket gratis perjalanan umroh setiap setahun sekali bagi setiap karyawannya yang dianggap memenuhi syarat. Biasanya akan diberikan setiap acara halal bihalal lebaran idul fitri. Sore itu, saya ingat sekali, banyak sekali tamu yang datang untuk menanyakan informasi tentang sekolah dan bimbel. Saya bekerja di divisi bagian informasi sudah pasti harus tetap standbye di meja depan walaupun acara tengah berlangsung. Saya dengan senang hati tetap melayani tamu di depan, toh makanan akan tetap di antar ke ...

Sepotong Hati Saya Tertinggal Disana

  I hate small talk. I wanna talk about atoms, death, aliens, magic, intellect, the meaning of life, faraway galaxies.... Namun, terkadang ada di suatu waktu, saya tidak ingin bercerita. Apalagi bercerita banyak hal. Tentang apapun, atau kepada siapapun. Berdiam diri adalah suatu relaksasi buat saya dari kepenatan berbagai hal. Berdiam diri dan hanya menjadi observer di sekeliling saya. Mencerna banyak hal tanpa harus berkata kata. Seperti setahun belakangan ini, tak banyak hal yang ceritakan disini. Tidak seperti tahun sebelumnya. Kali mungkin masih sama. Walaupun saya baru saja mengalami seperti terbangun dari mimpi...mimpi yang selama ini hanya ada jauh didasar mimpi mimpi saya, ternyata bisa menjadi nyata. Itu adalah benar benar perasaan luarbiasa yang tak terkatakan. Hanya satu kalimat yang mungkin mewakili perasaan saya saat ini; "saya jatuh cinta, sepotong hati saya tertinggal disana" di rumah Allah...

Saya Ingin Memberi Tahu Kamu Sesuatu..

Kamu tahu, apa yang paling menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini? Buku-buku? Bukan . Kucing-kucing imut? bukan Cuaca? Yes. Cuaca. Kamu tahu mengapa? Sebentar langit mendung gelap matahari tertutupi awan awan pekat sebentar kemudian langit cerah terang benderang. Saya benar-benar memperhatikannya dari balik dinding kaca ruangan kantor saya. sejak berjam-jam tadi pagi-memperhatikan dari tempat duduk saya. tapi saya tidak tahu apa di tempatmu juga sama seperti disini. Seperti saat ini, saya lihat keluar-keatas tepatnya, awan gelap tampak menggantung di langit. Padahal jelas-jelas tidak lama tadi sinar matahari begitu menyilaukan..hmm.. Ah sudahlah. Itu bukan urusan saya memusingkannya. Saya saat ini sedang tidak ingin mencari-cari jawab seperti biasa. Saya ingin menikmatinya saja saat ini. Nah. belum 5 menit saya mengetik tentang si awan gelap tiba-tiba matahari kembali datang. Masha Allah.. Apakah hujan akan turun? Nobody knows. B...