saya mendapat
jatah libur selama seminggu kemaren dari kantor...happy me
, dan saya benar-benar memanfaatkan waktu yang singkat tersebut. Tiga hari
pertama dihabiskan dirumah saja; sebagian besar di depan tv , nonton film-film
kartun yang banyak berseliweran pas minggu-minggu liburan ini. sebagian lagi
saya habiskan di tempat tidur, memperbaiki kualitas tidur saya yang so
bad...dan sisanya saya beres-beres rumah..kan jarang di rumah
.. hari-hari berikutnya baru saya mulai menjelajah kemana-kemana.
jalan-jalan, having quality time dengan mama tersayang, jalan dengan sahabat
yang kebetulan jadwal liburnya sama #ainiiii
; hunting buku dan nonton film. film horror...hihihihihiiiy...
saya adalah
penggemar film horror..tapi plisss, bukan film horror local. bukan saya tidak
appreciate sama karya negeri sendiri, hanya saja, taste saya untuk film horror
emang lebih get the feel nya buat film horror ala holywood..apalagi kalo tema
yang diangkat itu menarik dan sangat beda dengan genre horror ala lokal yang
sepertinya sudah terikat kontrak mati bahwa horror itu pasti ada makhluk gaib dan sebangsanya....padahal
film horror itu sendiri dalam perkembangannya ada subgenre, ada turunannya, lebih
luas dan sudah pasti tidak melulu soal penampakan-penampakan dan suara
melengking aneh..
pada dasarnya,
film horror itu menurut saya tentang ketegangan. temanya bisa apa saja. berarti
tidak harus ada makhluk gaib di dalamnya bukan? karena film ini diciptakan
untuk memancing emosi yang menimbulkan suasana mencekam, menegangkan. itu bisa
di dapat dari terror, mimpi buruk, dan sudah pasti ada hal-hal yang berbau
misterius, mitos dan sebagainya.
nah, berikut ini
adalah subgenre/turunan film horror berdasarkan karakteristiknya..ini saya dapat
dari sebuah sumber, come on read 
(http://m.talkmen.com)
Goth
Goth Horror yang diambil dari nama gothic horror muncul
sebagai salah satu subgenre klasik dari dunia horor dengan sedikit selipan
drama didalamnya. Goth horror adalah sebuah genre horor yang
menceritakan atau diadaptasi dari karya-karya sastra atau kisah dan mitos
setempat yang menjadi misteri.
Example:
Classic Goth Horror: Dracula (1931), Frankenstein
(1931), The Mummy (1932)
Modern Goth Horror: Sleepy Hollow (1999), Let Me In
(2010), The Woman In Black (2012)
Local Goth Horror: Bayi Ajaib (1982), Malam Satu Suro
(1988)
(diantara film-film ini, saya mengoleksi film Let Me
In)
Psychological
Salah satu subgenre horor dimana film ini memiliki
ketergantungan pada ketakutan, rasa bersalah, dan juga emosi yang tidak
beraturan dari sang karkater. Genre ini biasanya membubuhi unsur seramnya
dengan bentuk setan atau teror supranatural diluar akal sehat, dibantu dengan backsound
mengerikan untuk menambah kesan angker. Salah satu subgenre kesukaan saya,
dimana teror-teror bertebaran, hantu-hantu berkeliaran, dan ketakutan
merajalela.
The Exorcist (1973), Ju-on: The Grudge (2002),
Sinister (2012)
(ini asli syerem. oya saya tambah lagi; ada The Sixth
Sense-ini saya tonton berkali-kali dan terus ada Orphan, yang sudah menjadi
penghuni tetap di laptop saya...dan The Others..klo yang ini baru berhasil
di-download hehehe..#aini, tengkyuu )
Action
Subgenre yang satu ini mungkin jadi favorit banyak
orang. Ya, dari namanya sudah jelas bahwa film ini adalah film action berlatar
belakang horor. Seperti aksi-aksi melawan vampir, zombie, monster, bahkan
manusia yang terinfeksi virus sebagai elemen utamanya. Pastinya lebih banyak
aksi kekerasan dalam film bersubgenre ini.
Example:
Blade (1998), Underworld (2003), Doomsday (2008)
(saya tambah satu lagi yang terbaru: World War Z
(Zombie); asli ini bikin sesak napas sejak awal menit pertama..saya baru saja
menontonnya pas liburan ini...dan saya sampai detik ini masi
terbayang-bayang...)
Comedy
Horor komedi bisa dibagi menjadi dua bagian. Yaitu
horor komedi orisinil, dan juga horor komedi plesetan sepeti Shawn of The
Dead yang merupakan sebuah plesetan dari Dawn of The Dead atau Scary
Movie yang merupakan sebuah kompilasi plesetan. Subgenre ini bisa dibilang
cukup unik karena memiliki dua unsur yang bertolak belakang dan cukup sulit
mencari benang merah antara dua genre ini.
Example:
Evil Dead 2 (1987), Scary Movie (2000), Shawn of The
Dead (2004)
Slasher
Nah, sampailah kita di subgenre, ke sebuah belahan
dunia dimana para psikopat bertebaran dan memakan banyak korban. Psikopat nomor
wahid seperti Freddy Krugger dan Jason Voorhess
sukses membawa subgenre ini menjadi salah satu andalan dalam dunia horor. Jika
dilihat secara global, subgenre ini cukup menyakitkan mata dimana kalian harus
melihat adegan-adegan yang sebenarnya kurang enak dipandang.
Example:
A Nightmare on Elm Street (1984), Halloween (1978),
Friday the 13th (1980)
Splatter
The real graphic violence ever! Kalian memang harus jadi orang yang
sadis untuk bisa menikmati sub genre ini. Darah berceceran, isi perut
berserakan, akan jadi hal wajar dalam menonton film berbau splatter atau biasa
disebut gore ini.
Example:
Saw (2004), Human Centipede 2 (2011), V/H/S (2012)
(klo dua subgenre terakhir inii, jujur aja saya tidak
suka, terlalu sadis..)
Science Fiction
Salah satu unsur horor yang biasanya agak terkesan
futuristik dimana peradaban sudah lebih maju dan kita lebih bisa berkomunikasi
dengan penghuni dari planet maupun galaksi lain.
Example:
It Came from Outer Space (1953), Alien (1979), Doom
(2005)
(dan yang terakhir ini, menjadi salah-satu subgenre
favorite saya selain action dan pshcological)
begitulah...^^.. happy watching 
TKP
Komentar
Posting Komentar