saya menemukan
sekotak tube cat air yang terbuka dan kuas-kuasnya di meja kerja
saya...dengan label nama “Rasyad” tertulis di salah satu kuas..ini pasti
kepunyaan salah satu siswa yang tertinggal. angin pagi yang sejuk saat itu
tiba-tiba bercampur dengan aroma yang berasal dari tube-tube cat air
itu....aroma cat air ini begitu terasa..dan lagi-lagi membuat saya seolah
flashback ke masa kecil saya dulu....
duluu
sekali..saat usia saya sudah masuk usia Taman Kanak-Kanak, saat orang tua saya
berniat memasukkan saya ke level awal pendidikan ini, saya dengan “tegas”
menolak..tidak mau sekolah...saya tidak akan lagi bisa bermain dengan bebas... pikiran
anak-anak saya berkata begitu.. saya hanya ingin bermain sepuas dan sesuka hati
saya tanpa ada batasan waktu.
tapi entah
mengapa ayah-ibu saya tidak memaksa saya untuk sekolah...mereka menuruti saja
kemauan saya..dan kembaran saya yang sama saja kelakuannya dengan saya...kami
berdua memang pada akhirnya tidak pernah sekolah di Taman Kanak-Kanak.
tapi...kami
‘sekolah’ di rumah sendiri dengan ayah dan ibu lah yang menjadi gurunya...
#mungkin kalo
sekarang bisa disebut home-schooling kali yaa...hhe...
ayah dan ibu
menjadi guru awal bagi saya dan kembaran saya dalam mengenal pendidikan;
baca-tulis-hitung. ayah; menjadi guru matematika dan ipa..sedangkan ibu;
menjadi guru bahasa dan seni. bahkan kadang kakek pun turut turun tangan
mengajar membaca dan menulis bila beliau sedang berkunjung ke rumah kami...lihat...betapa
kelurga saya bahu membahu “menyadarkan” 2 orang anak kecil yang malas sekolah
ini..ckckck...
mungkin karena
di rumah, saya dan kembaran saya tidak banyak protes. kami berdua senang-senang
saja belajar di rumah, apalagi ayah dan ibu lah yang mengajari....mereka berdua
bulanlah ber-profesi sebagai guru. jadi, dalam mengajar 2 anak yang malas sekolah
ini adalah lebih banyak practically not theoretically; mereka mengajarinya
dengan cara mereka sendiri, tanpa ada aturan baku seperti di sekolah-sekolah
pada umumnya. misalnya saat belajar membaca dan menulis, yang pasti tidak ada
buku i-ni bu-di...dan bla..bla..karena
2 anak pemalas sekolah ini pasti tidak akan tertarik...sebagai “pemancing” maka
dibelikanlah majalah anak-anak yang berwarna-warni..tentu saja ini menarik
perhatian..dan membuat penasaran bagi keduanya..akhirnya kami mau tidak mau
belajar membaca langsung dari majalah tersebut..(mungkin karena inilah yang
membuat saya begitu crazy in love with reading..). mulai mengenal alphabet,
pada akhirnya bisa menulis..dan yang paling saya ingat, tulisan pertama saya
adalah nama saya sendiri;
Tari Kartika
Putri..
kalo kembaran
saya..sepertinya dia lebih memilih cara menulis nama klub bola kesukaanya daripada
namanya sendiri...haha..., kami juga
berdua sering diajak ke pameran buku...ke toko buku..(dan ini yang
membuat saya begitu cinta buku..I am a huge fans of book..)
selain itu,
saat pelajaran menggambar, ibu menyediakan peralatan gambar yang lumayan cukup,
ada crayon, pensil warna, dan cat air...dan saya paling suka menggambar dengan
cat air...
pada “jam”
pelajaran ini, beliau akan menyuruh kami keluar. keluar rumah. di pekarangan depan
rumah tepatnya..dan disanalah kami mencari inspirasi...haha...
saya dan
kembaran saya mempunyai “alliran” menggambar yang berbeda, saling bertolak belakang..kembaran
saya lebih memilih menggambar dengan menggunakan pensil warna dan objek gambar
yang di gambarnya memang “jelas –adanya”, maksudnya; ada rumah, gunung, jalan,
orang, dan segala sesuatunya adalah konkret, objeknya ada,tepat pada
keadaannya, tidak dilebihkan dan dikurangkan-yang pasti khas anak-anak..
sedangkan
saya, memilih menggambar dengan cat air..dan ada kuasnya...kemudian, objek
gambar saya kebalikan dari kembaran saya; “tidak-jelas adanya”, maksudnya, saya
menggambar dahan pohon (see..?? dulu “sedahan pohon” sekarang “sebatang pohon”...)
gambar dahan pohon dengan segala “improvisasinya”...dengan tambahan sulur-sulur
tidak jelas...dahan yang meliuk-liuk, campuran warna-warna...semakin diperburuk
oleh lokasi menggambar yang persis di pekarangan rumah,tentu saja menarik
perhatian para tetangga..dan mereka mengatakan..”waah..lukisan Tari unik
sekali..seni..abstrak itu namanya... what a big compliment for a little girl...
Tari
kecil sangat berbunga-bunga hatinya....dan sudah pasti memperparah “improvisasi”
gambarnya yang dianggap lukisan abstrak bernilai oleh para tetangga...yang pada
akhirnya..memang mnghasilkan gambar-lukisan yang sangaaat...abstrak sekali....haha..
#semoga maestro pelukis abstrak tidak "murka" pada this little girl :D
(yang
jelas saat ini saya tidak terlalu bisa menggambar atau melukis, tapi sangat
meng-apresiasi dan menyukai karya seni lukis)
begitulah....cat
air ini bagaikan potongan puzzle masa kecil yang menyenangkan, yang hadir
tiba-tiba...yang membuat saya tersenyum kembali..di pagi itu....


Komentar
Posting Komentar